CB, TULUNGAGUNG – Merasa tidak mampu secara ekonomi, ada beberapa mahasiswa UIN Satu Tulungagung berupaya mengajukan keringanan pembayaran UKT atau yang dikenal Uang Kuliah Tunggal. Namun, usaha yang dilakukan beberapa mahasiswa ini tidak mendapat respon alias pengajuan keringanan itu ‘tak’ direstui oleh pihak fakultas.
Karena mereka merasa tak direstui oleh pihak fakultas, dan beberapa mahasiswa ini merasa kecewa dan mengadukan kejadian ini ke LSM Bintara Nusantara (Bintara) Center. Menanggapi keluhan beberapa mahasiswa itu, Ketua LSM Bintara Center Dr Raden Moh Ali Sodik ini langsung melakukan klarifikasi pada pihak kampus.
“Soal aduan ini saya sudah menghubungi rektor, bahwa UKT mahasiswa UIN satu mengeluhkan berkaitan pelayanan pengajuan keringanan UKT karena tidak mampu,” kata Raden Ali via WhatsApp, Kamis (18/01).
Adanya masalah ini, lanjut pria murah senyum ini, pihak fakultas UIN Satu Tulungagung atau Ketua Rektor yang juga sebagai Dewan Pendidikan Tulungagung tak memiliki kredibilitas tinggi.
“Jadi, ini akan kita urus apakah permasalahannya, kenapa UIN satu sebagai kampus negeri, kampus negara tidak bisa melayani mahasiswa yang memang tidak mampu untuk dibedakan hak dan keringanannya atau dibebaskan karena benar – tidak orang tuanya mampu,” jelasnya.
Disisi lain, tambah Raden Ali, ia menduga adanya permainan di dalam, yakni yang memberikan beasiswa itu apakah itu hanya orang-orang tertentu saja. Kalau itu iya, iapun bakal meminta
mintakan beberapa hal dari BPK-RI.
‘Jadi, nanti ini bisa menjadi acuan bahwa UIN Satu yang seharusnya kampus yang bisa menjadikan mengurangi masyarakat Tulungagung yang tidak berpendidikan,” ungkapnya.
Masih kata Raden Ali, bila ini benar adanya, maka ia bakal menyelesaikan masalah tersebut dengan tuntas.
“Ini harus segera dituntaskan. Maka dari itu saya minta penjelasan, dan saya juga mengirimkan surat kepada rektor UIN Satu dan melakukan untuk menghubungkan dan mereka harus hadir semua dalam masalah ini,” kata Raden Ali dengan mimik serius.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak fakultas atau Rektor UIN Satu Tulungagung Belum berhasil dihubungi.(Hsu)
