CB, TULUNGAGUNG-Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Imin), Calon Wakil Presiden (Cawapres) koalisi Perubahan, menyapa ribuan warga masyarakat Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Kamis (25/01). Dan, kedatangan Cawapres Nomor Urut 01 ini dalam rangka kampanye serta berdialog dengan beberapa pembudidaya ikan air tawar di desa tersebut.
Kedatangan Gus Imin disambut hangat ribuan warga dengan lantunan sholawat dan teriakan “Gus Imin Wakil Presiden 2024” dari warga, simpatisan dan pendukung menjadikan suasana makin meriah.
Tak pelak, melihat sambutan yang cukup luar biasa dari warga Desa Wates dan sekitarnya itu, Gus Imin terlihat semakin terharu dan merasa senang. “Terimakasih kepada masyarakat Tulungagung yang telah menjadi bagian dari gerakan perubahan,” kata Gus Imin dalam sambutan.
Sedangkan Gus Imin ini maju menjadi wakil presiden berpasangan dengan Anis Baswedan dalam pemilu 2024 yang diusung oleh PKB, Nasdem dan PKS. Usai memberikan sambutan, Ketua DPP PKB ini langsung mengajak dialog dengan para pelaku ekonomi di desa adalah bagian dari evaluasi dan pembenahan untuk perubahan dari kenyataan yang masih salah.
Sehingga, menurut Gus Imin, kelak kalau Ia jadi wakil presiden bisa mengambil kebijakan dengan tepat. Dan, usai berdialog dengan masyarakat petani ikan air tawar dan memberikan pernyataan kepada media, bahwa koalisi perubahan berupaya, pemerintah harus bisa mengetahui dengan pasti permasalahan pangan nasional dengan baik. Sehingga pangan bisa didesain secara nasional untuk kemakmuran bersama.
“Tujuan utama kedatangan saya ingin mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pangan nasional dari petani dan peternak,” jelas Gus Imin.
Menanggapi pertanyaan dari Ibnu Muslim, Supangat, Anis yang umumnya mengeluhkan tentang tantangan bagi petani itu, Gus Muhaimin mengatakan Ia menjadikan pertanyaan itu sebagai catatan penting untuk kebijakannya nanti.
Bahkan, menurutnya, pemerintah akan mendorong produksi pangan, kususnya di Tulungagung yang meliputi pengaturan pakan, bibit, kesehatan ternak hingga harga jual.
Gus Imin juga menegaskan, yakni semua harus mendapatkan keuntungan dari pengelolaan ketahanan pangan. Mulai dari petaninya, pedagangnya hingga kepada konsumen. Sehingga, semua akan terlibat dan pengelolaan ketahanan pangan bisa untung hingga masyarakat paling bawah.
“Prinsip kami adalah pemerataan keadilan. Mulai dari hulu ke hilir akan dibenahi secara berkeadilan untuk mencukupi pangan nasional,” katanya.
Masih kata Gus Imin, pembuat peraturan jangan sampai menjadi pemain. Kalau hanya segelintir saja yang menjadi pemain, maka segelintir juga yang akan menikmati kekayaan negeri ini.
“Itulah kenapa Indonesia harus terjadi perubahan. Kita rubah ketimpangan sosial agar bisa menjadi milik seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.(Hsu)
