Dinas Perikanan Tulungagung Gelar Sosialisasi Gemarikan, Diana: Kami Mengerharapkan 0 Persen Balita Stunting

CB, TULUNGAGUNG – Upaya mencegah balita stunting, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Kamis (22/02), menggelar sosialisasi Gemarikan erakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) dan penyerahan bantuan produk olahan hasil perikanan tahun 2024 di Aula Kecamatan Gondang.

Acara sosialisasi Gemarikan ini dihadiri Pj Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung Ny Diana Puspitasari Heru Suseno S.TP MT, nyonya Sekda, Kepala Dinas Perikanan Tulungagung Lugu Tri Handoko SE, MM, Ketua TP PKK Kecamatan Gondang, Kapolsek, Ndanramil serta Kepala Desa se-Kecamatan Gondang.

Kepala Dinas Perikanan Tulungagung Lugu Tri Handoko mengatakan, upaya meningkatkan pemahaman akan pentingnya bahan pangan bergizi, pihaknya berharap langkah ini dapat menjadi bagian dalam upaya invertensi angka stunting di Kabupaten Tulungagung ini mampu meningkatkan kesehatan dan kesehjahteraan anak – anak di Kabupaten Tulungagung serta dapat mendorong terciptanya generasi unggul yang cerdas dan kuat.

Pada tahun 2024, kata pria berperawakan tinggi besar ini, Dinas Perikan Tulungagung telah menyalurkan olahan produk perikanan di dua (2) kecamatan, yakni Kecamatan Gondang sebanyak 158 balita penerima dan tersebar di 18 desa serta Kecamatan Pagerwojo sebanyak 140 balita penerima yang tersebar di sebelas desa yang bakal diterimakan pada 27 Februari 2024 dan rencana penyalurannya bertempat di Aula Kecamatan Pagerwojo

“Paket bantuan yang diserahkan berupa ikan berbumbu, sumpia ikan, abon ikan, krispi kulit ikan patin dan ikan kaleng yang dikemas dalam tas gemarikan,” kata Lugu usai melakukan sosialisasi di Kecamatan Gondang kepada cahayabaru.id, Kamis (22/02).

Pemberian bantun ini, tambah Lugu, bentuk komitmen pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam upaya penanggulangan stunting, yang mana stunting merupakan masalah serius yang dapat berdampak pertumbuhan dan perkembangan anak. Bahkan, bantuan ini juga merupakan sitimulus bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif.

“Pemberian bantuan ini adalah bentuk bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam upaya penanggulangan stunting yang mana stunting ini merupakan masalah serius,” ucapnya.

Nutrisi yang cukup dan seimbang dari usia dini, imbuhnya, khususnya pada seri hari pertama kehidupan. Terlebih, mengingat potensi hasil ikan di Tulungagung cukup melimpah, sehingga sangat disayangkan apabila masyarakat tak dapat merasakan manfaatnya secara maksimal.

“Masyarakat, khususnya masyarakat Tulungagung harus benar-benar merasakan manfaatnya secara maksimal,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perikanan Tulungagung ini juga berharap, apa yang dilakukan ini bisa tepat sasaran dan bermanfaat bagi semua penerima.

“Untuk itu, kami memohon dengan hormat Kepada Ibu Pj Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung untuk memberikan saran dan arahan Sekaligus Menyerahkan bantuan secara simbolis paket produk olahan perikanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung nyonya Diana Puspitasari mengatakan, dalam acara gemarikan ini ia akan mengadakan kunjungan kerja.

“Kebetulan kami mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Kecamatan Gondang, dan saya beserta tim bisa bersilaturahmi dengan ibu – ibu ketua tim penggerak PKK, di seluruh desa di ke Camatan Gondang ini. Perlu di ketahui, kenapa gemarikan ini sangat penting, karena berdasarkan data bulan timbang pada bulan oktober tahun 2023, angka preopalensi stunting Kabupaten Tulungagung adalah sebesar 3, 96 persen,” katanya.

Angka ini, menurutnya, sudah turun jika dibandingkan pada tahun 2022, yakni sebesar 4, 25 persen. Dan, angka ini, tentu sudah terbilang cukup rendah.

“Akan tetapi, kami mengharapkan 0 persen balita stunting. Kenapa kita begitu menekankan stunting terhadap anak – anak, karena anak – anak ini adalah generasi penerus kita, karena mereka calon generasi emas di tahun 2045,” jelasnya.

Maka, imbuhnya, anak – anak generasi emas harus mendapatkan gizi yang cukup, supaya mereka memiliki tumbuh kembang yang baik secara pisik mental maupun spritualnya. Sehingga, mereka nanti bisa menjadi generasi yang unggul, penurunan stunting ini menunjukan meningkatnya kesadaran bapak ibu sekalian tidak hanya di jajaran di desa.

“Tetapi bapak ibu sebagai orang tua bahwa penting sekali pemenuhan gizi, sanitasi dan pola asuh seribu hari pertama kehidupan yang tentunya tidak lepas dari interpensi dari pemerintah dalam memberikan bantuan untuk kecukupan pemenuhan gizi,” katanya .

Masih kata Diana, berdasarkan data bulan timbang pada bulan Oktober tahun 2023, angka preopalensi stunting Kabupaten Tulungagung sebesar 3,96 persen. Sehingga, angka ini sudah turun bila dibandingkan dengan tahun 2022, yakni sebesar 4, 25 persen.

“Jadi angka ini sudah terbilang cukup rendah, akan tetapi kita mengharapkqn 0 persen balita stunting untuk menuju generasi emas di tahun 2045,” pungkasnya (rul).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *