CB, TULUNGAGUNG – Seorang mahasiswi semester akhir fakultas hukum di Universitas Brawijaya Malang Ardhya Pramesti Regista (21), diprediksi kuat bakal melenggang di kursi DPRD Tulungagung. Bahkan, gadis berparas cantik ini bisa dipastikan bakal menjadi anggota dewan termuda di Tulungagung dan kemungkinan besar se-Indonesia.
Ardhya mengaku, pendaftaran dirinya itu karena merasa aspirasi kawula muda kurang didengar. Untuk itu, iapun berharap, dengan kehadirannya sebagai wakil legislatif, suara anak-anak muda bisa didengar.
Kendati belum diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), calon legislatif termuda di Kabupaten Tulungagung bahkan Indonesia, diprediksi kuat bakal duduk di kursi DPRD Kabupaten Tulungagung. Karena, gadis yang lahir di Tulungagung 5 Juli 2003 ini merupakan caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) daerah pemilihan III, yang meliputi wilayah Kecamatan Pucanglaban, Kalidawir, Tanggunggunung dan Campurdarat
Pada perhitungan real count KPU, caleg nomor urut 2 yang putri dari Kades Banyuurip Kecamatan Kalidawir ini, memperoleh suara 3.773 alias melampaui suara incumbent Endriyani yang pada perhitungan persentase 84, 27 % telah memperoleh suara 2.875.
“Terima kasih banyak pada masyarakat di Dapil 3 Tulungagung yang telah memberikan dukungan pada saya dan memberi dukungan untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Tulungagung,” katanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya, kerabat atau keluarga dan sahabat serta relawan Tata yang selama ini telah memberikan dukungan untuknya.
“Terima kasih pada kedua orang tua saya, keluarga dan sahabat serta relawan Tata yang selama ini telah memberikan dukungan untuk yang telah ikut andil dan memberikan support” ujarnya.
Sehingga, amanah rakyat yang diberikan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, khususnya bagi generasi milenial dan gen Z.
“Bila nanti benar saya yang paling muda, tujuan saya untuk menggandeng aspirasi anak muda belum tersampaikan ke pemerintah, karena tolak ukur pertimbangan di negara kita ini kan dari aspirasi anak muda yang punya banyak aspirasi. Anak-anak muda sekarang aspirasinya bukan tidak didengar, akan tetapi kurang didengar,” kata Ardhya penuh bijak.
Disisi lain, dirinya juga mengapresiasi sedalam-dalamnya untuk kakeknya, yakni yang merupakan tokoh di wilayah Kecamatan Tanggunggunung Nyadi (70), yang telah memberikan support dan doa. Selain itu, nasehat dan semangat dari Sunaryo, kepala Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung yang merupakan paman atau om nya, sangat berarti untuk menjadikan dirinya di posisi saat ini.
“Iya, berkat doa-doa orang tua, Alhamdulillah kita bisa diberi jalan terbaik. Untuk itu, saya mengajak para milenial dan gen Z agar tetap patuh dan menghormati orang tua, kalau ingin meraih kesuksesan,” kata Ardhya penuh religi.(Hsu)
