Kandidat Calon Bupati Tulungagung Mulai Bermunculan, Budi Setiyahadi: Saya Hanya Menjemput Takdir, Kalau Memang Tuhan Berkehendak

CB, TULUNGAGUNG – Bila tak ada aral melintang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024. Dan, penetapan tersebut telah tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024 tentang tahapan dan jadwal pemilihan kepala daerah, termasuk di Kabupaten Tulungagung.

Tentu, dalam waktu dekat para kandidat pun bakal menabuh genderang perang untuk perebutan kursi “AG 1”, mengingat usai Pemilu telah banyak bermunculan para kandidat yang bakal ikut maju Pilkada di Kota Marmer ini. Tak ketinggalan, Budi Setiyahadi, yang kali ketiga macung Bupati Tulungagung juga bakal ikut meramaikan kembali Pilkada Tulungagung.

Bahkan, sosok pria yang juga pengusaha batubara di Kalimantan ini mulai dilirik dan digadang-gadang para tokoh untuk kembali maju ke arena Pilbup Tulungagung. Namun, saat ditemui dalam acara sarasehan yang digelar Apdepsi Tulungagung di Liur Cafe dan Resto menyampaikan, bahwa jabatan baginya sudah tidak masuk dalam memori untuk mengejar jabatan.

Karena, menurutnya, di Tulungagung ini sudah tiga kali mancung bupati, yakni pada Tahun 2003, 2008 dan Tahun 2013 dan itu menjadi pengalaman yang berharga bagi dirinya. Sebab, kekalahan atau kegagagalan itu menurutnya sebagai pengalaman hidup yang kadang harus diterpa lewat semesta.

Sehingga, bila di Pilkada 2024 nanti ada tokoh-tokoh masyarakat maupun komponen yang ingin menghadirkan sosok pribadinya untuk running di dalam pilkada, iapun bakal menerimanya dengan niat baik pula.

“Prinsipnya, kami sebagai warga negara Indonesia yang kebetulan dilahirkan di Tulungagung dan KTPnya juga Tulungagung, kami menerima untuk ikut pengabdian dalam menyongsong Tulunggung kedepan,” kata Budi Setiyahadi usai mengikuti Sarasehan, Mungkinkah ADD naik untuk kesejahteraan Pemdes dan BPD di Liur Cafe dan Resto, Kamis (29/02).

Apalagi, lanjut Budi, dalam pengalaman kali ketiga pencalonannya itu telah mengalami proses hidup dengan jatuh bangun adalah hal yang biasa baginya. Namun, hal itu tak membuat merana baginya dan justru menjadi motivasi bagi dirinya.

Saat disinggung soal tim kemenangan, iapun langsung menjelaskan bahwa untuk saat ini belum mempersiapkan dan saat ini ia hanya ingin berkarya terlebih dulu. “Soal proses pilkada biar seperti angin berhembus kemanapun lah,” jelasnya.

Siapa pun tokoh yang ingin running bupati, tambah Budi, jangan bermimpi hanya ingin menghabiskan uang APBD. Mengingat, APBD adalah uang rakyat, dan harus dikembalikan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat.

Budi Setiyahadi juga menjelaskan, untuk visi misi kedepan, yakni sebagai pemimpin daerah dalam menyongsong era 2045 atau Indonesia Emas juga harus jelas. Dan, tentu pula diperlukan sosok pemimpin yang visioner, inovatif dan mampu merangkul anak-anak Gen Z yang kreatif inovatif yang mau diajak membangun Tulungagung.

Disisi lain, para pelaku ekonomi dan pengusaha-pengusaha yang selama ini mungkin tidak pernah disentuh harus diajak bersatu dalam membangun Tulungagung menuju kota industri, pangan, dagang dan budaya.

“Saya hanya menjemput takdir, kalau memang Tuhan berkehendak 2024 diberi kesempatan atau kepercayaan rakyat melalui semesta ridhonya Alloh, kita akan menjalankan amanah ini dengan baik dan membawa Tulungagung ini menjadi kota yang jaya seperti jaman marmer,” ungkapnya.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *