Tim dan Relawan Prabowo-Gibran Tulungagung Bakal Kawal Hingga Pelantikan

CB, TULUNGAGUNG- Program makan siang dan susu gratis Prabowo Subiyanto-Gibran Rakabuming Raka, rencananya bakal dibagikan kepada puluhan juta orang miskin, yang terbagi dalam 3 golongan, yakni 74,2 juta anak sekolah, 4,3 juta santri serta 4,4 juta ibu hamil.

Tentu pula, program Presiden dan Wakil Presiden terpilih ini sangat berpihak pada rakyat kecil, yang mana program tersebut diharap kelak generasi-generasi penerus bangsa bisa semakin tambah pintar dan cerdas.

Tak pelak, Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Kabupaten Tulungagung Ir Tatang Yoga Indra MM berharap untuk program tersebut bisa segera terwujud.

Karena, menurut Tatang, program susu dan makan gratis ini sangat penting sekali bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan.

“Di Indonesia saat ini membutuh pemimpin yang pintar, cerdas dan cerdik. Karena, seorang pemimpin itu tidak hanya mencari simpati saja, akan tetapi apa yang dibutuhkan rakyat bisa terwujud,” kata Tatang usai acara buka puasa bareng tim dan relawan Prabowo-Gibran kepada cahayabaru.id di Teras Limas Kecamatan Kauman, Rabu (20/03).

Sehingga, imbuhnya, bila pemimpin yang memiliki kepedulian pada rakyat, maka tidak menutup kemungkinan kesejahteraan yang merata dan menuju Indonesia Emas pun tak akan sulit. “Semoga program ini segera terealisasi dan bermanfaat bagi rakyat,” ungkapnya.

Tatang juga menyampaikan pertanyaan sikap, bahwa tim dan para relawan Prabowo-Gibran telah mengawal dan mengamankan setelah penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Prabowo-Gibran benar-benar dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Ia juga menjelaskan, dalam Pemilu 2024 diketahui telah berjalan dengan jujur dan adil (Jurdil), aman serta berjalan dengan lancar. Untuk itu, iapun berharap pada pemerintah, melalui aparat keamanan untuk tetap bersikap tegas pada pihak-pihak yang merongrong kewibawaan negara serta upaya menggagalkan Pemilu, yang mana nanti bisa mengganggu stabilitas dan ekonomi nasional.

“Sudah jelas demokrasi adalah kedaulatan dari rakyat, kekuasaan ada ditangan rakyat dan untuk rakyat. Jadi, demokrasi ini bukan milik para elit-elit atau profesor, akan tetapi dari rakyat kecil atau arus bawah,” jelas Tatang dengan mimik serius.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *