Dapat Dukungan Lintas Tokoh dan Kaum Melenial, “Yoyok” Siap Berkontestasi di Pilkada Tulungagung

CB, TULUNGAGUNG – Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berminat maju di Pilkada Tulungagung mulai bermunculan. Jika sebelumnya ada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs Santoso dan Plt Direktur RSUD di Iskak dr Kasil, kini Camat Tulungagung Hari Prastijo juga bakal macung pilihan kepala daerah (Pilkada) Tulungagung 2024.

Tentu, beberapa ASN dan kepala desa yang maju Pilkada Tulungagung yang digelar 27 November 2024, diprediksi bakal menghambat jalanannya petahana (Maryoto Bhirowo, red) maju kembali. Ada apakah dibalik semua ini?

Dan, munculnya Camat Tulungagung ini bukan semata-mata keinginannya, namun semua itu karena beberapa tokoh dan kaum melenial yang menginginkan dirinya ikut maju dalam Pilkada Tulungagung. Bisa jadi, mereka para tokoh maupun kaum melenial ini menganggap kandidat yang bermunculan itu dianggap ‘kurang’ memiliki potensi untuk bisa memajukan Tulungagung.

Namun demikian, pria yang akrab dipanggil “Yoyok” ini sering kali menyampaikan dan melihat Tulungagung hingga saat Ini Tulungagung masih jalan ditempat alias tak ada kemajuan yang signifikan.

Semestinya, Tulungagung ini berada pada porsi dan diposisi yang jelas. Dengan melihat semua ini dan banyaknya dorongan, iapun harus bisa mendorong Tulungagung kedepannya bisa lebih baik dan lebih maju, yakni satu-satunya dirinya harus ikut kontestasi. Bila kontestasi dan meraih kesuksesan, secara otomatis ide dan cita-citanya itu sudah teraplikasi.

“Kalau saat ini hanya sebagai camat, saya hanya mengusulkan dan menyampaikan ide dan itupun belum tentu dilaksanakan,” kata Yoyok saat berbincang-bincang dengan beberapa wartawan, Jumat (05/04)

Makanya, lanjut Yoyok, ia berkeinginan memajukan Tulungagung yang memiliki kekayaan dari berbagai sektor bisa makin tambah maju dan dikenal hingga tingkat nasional.

“Dari situ saya berkeinginan untuk betul-betul mewujudkan Tulungagung yang maju, karena Tulungagung itu sangat kaya raya, itu pun kalau mau menggali potensi-potensi di Tulungagung. Saat ini, mungkin belum tereksploitasi atau mungkin belum tereksplor atau tergugah, utamanya semangat-semangat anak muda untuk ikut berkontestasi di bidangnya masing-masing,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, dalam tata kelola pemerintahan kali pertama adalah bidang kesehatan. Namun, menurutnya, untuk bidang kesehatan di Tulungagung tergolong cukup luar biasa, dan sering mendapat banyak penghargaan. Untuk itu, kelak tinggal mengembangkan saja.

“Jadi, poin pertama itu bidang kesehatan. Apa mungkin kita berbicara kekayaan, kemakmuran tanpa kita sehat, itu tidak mungkin,” jelasnya.

Untuk poin kedua, imbuhnya, dunia pendidikan di Tulungagung benar-benar harus mendapatkan perhatian serius. Karena, menurutnya, pendidikan di Tulungagung diketaymasih jalan tempat, dan banyak persoalan-persoalan yang harus diselesaikan.

“Jadi, dari kesehatan dan pendidikan, baru kita berbicara kemakmuran, peningkatan PAD dan itu satu keharusan,” kata pria yang banyak teman ini dengan mimik serius.

Masih kata Yoyok, jangan hanya berbicara inovasi, namun kebocoran-kebocoran ini harus disumbat dan jika perlu ditutup rapat, yang dianggap bisa mengurangi kreativitas.

“Jadi titik poinnya, yang pertama itu inovasi dan menutup kebocoran-kebocoran itu, karena kebocoran ini banyak sekali,” bebernya.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *