Pinta Kejelasan Ganti Untung Tanah, Warga Desa Sukowiyono Kembali Gelar Aksi Demo di Baldes

CB, TULUNGAGUNG – Sejumlah warga Desa Sukowiyono Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, menggelar aksi protes ke kantor desa setempat. Mereka, para warga, ingin mendapatkan kejelasan tentang ganti untung atas tanah mereka yang rencananya bakal dilalui proyek strategis nasional, jalan tol.

Demo warga ini sudah kali ketiga, yakni pada Kamis 11 Juli 2024 mereka kembali beraksi di lahan terdampak, untuk kembali minta difasilitasi agar bertemu dengan pihak pengelola atau kontraktor jalan tol.

“Hampir separuh yang menolak, karena hingga saat ini soal ganti untung belum jelas,” kata Sumarji saat ditemui media ini.

Menurut Sumarji yang memiliki lahan seluas 80 ru dengan nilai apprasial 1,7 Milyar ini, yakni penolakan ini lantaran usaha warga terdampak yang telah kali ketiga minta difasilitasi untuk dipertemukan pihak pengelola atau kontraktor jalan tol, tidak ada hasil.

“Warga sudah berusaha ke desa minta desa memediasi supaya dipertemukan dengan pihak tol, tiga warga mendatangi desa tak kunjung ada hasilnya,” jelas Sumarji.

Sunarji pun menyampaikan, bahwa warga melalui paguyuban telah bersurat ke pihak ketua tim pengadaan tanah dan juga di tujukan ke pemrakarsa proyek dan memberikan somasi bila smpai tanggal 10 Juli 2024, namun tidak ada kepastian.

“Maka warga menyatakan membatalkan tandatangan kesepakatan dari awal sampai terakhir,” ungkapnya.

Kendati telah tersosialiasi dan telah membuat kesepakatan ganti untung, rupanya pembayaran mengalami kendala dan hingga saat ini warga belum terbayar.

“Belum dibayar karena sudah terlambat terlalu lama. Masalah kapan pengerjaan tol warga tidak tahu dan memang tidak mau tahu,” bebernya.

Yang terpenting, menurut para warga, ganti untung yang disepakati dibayarkan dan untuk teknis kapan mulai dikerjakan, diserahkan pada pemrakarsa jalan tol. “Tujuan warga cuma satu, segera bayar itu saja,” tegasnya.

Atas usaha ini, sejumlah warga terdampak memasang spanduk penolakan proyek jalan tol Tulungagung-Kediri.

“Kemarin ada meminta menurunkan spanduk yang sudah di pasang warga dan ternyata warga terdampak sepakat hanya bersedia menurunkan spanduk apabila uang ganti kerugian dibayarkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, beberapa kali media ini meminta konfirmasi ke Kepala Desa Sukowiyono, M. Syahrul Wafa, belum mendapatkan respon. Bahkan, pihak-pihak terkait pembangunan jalan tol ini juga belum terkonfirmasi.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *