Setda Kabupaten Pasuruan Gelar Konsultasi Publik di Kecamatan Gempol

CB, Pasuruan – Agar pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan lebih maksimal dan berdampak, Pemerintah Daerah intens melakukan identifikasi potensi daerah sebagai modal utama pembangunan. Hal itu juga yang kemudian melatarbelakangi diselenggarakannya Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Pasuruan Tahun 2025-2045. Forum Konsultasi Publik tersebut di dominasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), melalui badan admisistrasi daerah kegiatan dihadiri oleh, Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko, kepala Dinas Pendidikan Tri Agus Budiarto serta Peserta diskusi mayoritas dari tenaga pendidikan di wilayah Kecamatan Gempol. Yakni dari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Forum Koordinasi Diniyak Takmiliyah (FKDT), Madin, TPQ, dan lain-lainnya.sementara itu dalam arahan sedikit yang di sampaikan oleh Sekda Yudha Triwidya Sasangka menjelaskan tentang kebijakan kedepan untuk Kabupaten Pasuruan yakni Arah kebijakan tahun 2025-2029 adalah penguatan transformasi ekonomi melalui riset dan inovasi, penguatan akses pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Berlanjut kepada peningkatan kualitas lingkungan hidup serta peningkatan pelayanan publik berbasis teknologi informasi. Semua tahapan dan arah kebijakan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Pasuruan ke depannya,” tandasnya. forum kosultasi publik tersebut di buka oleh Camat Gempol H Komari SH,MM., 22 Juli 2024 di Aula Kecamatan Gempol. Forum ini bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat terhadap prioritas dan sasaran pembangunan Kabupaten Pasuruan yang perlu dipahami oleh semua elemen masyarakat yang ada di wilayah kecamatan Gempol secara khusus dan kabupaten Pasuruan umumnya.
Sementara itu dalam sambutan yang mewakili Sekda Yudiantono, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko mengajak masyarakat menyalurkan aspirasinya. “Masukan dan saran diperlukan untuk melengkapi rencana kerja pemda yang telah disusun. Tolong berikan kami sumbangan pemikiran. Sehingga kami bisa mengakomodir keinginan masyarakat,” ujar nya . Ia menguraikan, arah kebijakan pembangunan mengerucut pada 5 target. Yaitu pengentasan kemiskinan ekstrim, penanganan stunting, pengoptimalan anggaran, penanganan inflasi, dan kesiapan Pilkada. “Khusus stunting, harus bisa mencapai 14 persen. Karena jika dilihat dari bulan timbang, jumlah kasus stunting sudah melebihi target nasional,” tuturnya. Lalu untuk arah kebijakan belanja, sambungnya, menyasar di 5 sektor: Pendidikan, kesehatan, air bersih, pelaksanaan pemilu/pilkada, dan program prioritas. “Seluruhnya demi memuluskan target pembangunan selanjutnya pada 2025, yakni meningkatkan kualitas SDM dan daya saing daerah,” pungkasnya. Shod

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *