CB, Surabaya – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Drainase dengan mengambil tema ” Inovasi Pengelolaan Sistem Drainase Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Mitigasi Terhadap Ancaman Perubahan Iklim”.tersebut di gelar selama 2 hari di Golden Tulip Batu, tgl 18-19 Juli 2024.
Kegiatan yang di ikuti oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, Perwakilan dari Dinas Perumahan/Permukiman/Cipta Karya (Pengampu Urusan Drainase Perkotaan) di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Dinas PRKP dan Cipta Karya Jatim juga menghadirkan narasumber yang memberikan materi yaitu dari Pusat Penerapan Dan Pekajian Energi Baru Terbarukan (P3EBT) UMM, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Batu yang di pandu oleh moderator dari Biro AP Sekretariat Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat,Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur I Nyoman Gunadi, ST, MT dalam sambutannya menyampaikan, bahwa sistem drainase terpadu dirancang untuk mengatasi masalah banjir di kawasan perkotaan. Sistem ini terdiri dari berbagai komponen, seperti saluran drainase, kolam retensi, dan pompa air. Tujuan dari sistem drainase terpadu adalah untuk mengalirkan air hujan dengan cepat dan efisien.
Dalam perkembangannya, sistem drainase selain berfungsi mengelola aliran air juga sebagai sumber energi alternatif. Ini adalah sumber daya terbarukan yang zero polution yang merupakan alternatif dari sumber bahan bakar fosil tradisional. Pengelolaan air yang baik melalui sistem drainase yang tepat dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya air, hal ini meminimalisir kehilangan air yang tidak terpakai dan meningkatkan produktivitas. Misalnya, dalam industri Pembangkit Listrik Tenaga Air, sistem drainase sangat penting untuk memastikan pasokan air yang konsisten dan efesiensi operasional PLTA.
Masalah sering terjadi di daerah perkotaan sering mengalami banjir berskala besar, suatu situasi yang sangat buruk telah diperburuk oleh perubahan iklim. Perubahan iklim tidak hanya menyebabkan peningkatan suhu rata- rata, tetapi juga mengakibatkan perubahan hingga fenomena alam seperti suhu ekstrem, angin, hujan salju, curah hujan dan peningkatan permukaan air laut tingkat yang secara lamgsung dan tidak langsung mempengaruhi kehidupan manusia.
Dalam menghadapi dampak negatif dari perubahan iklim diperlukan strategi adaptasi. Pemanasan global inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim berikut dampak yang mengikuti seperti, kegagalan panen, kelangkaan air, tenggelamnya daerah pesisir, banjir dan kekeringan. Sebagaimana diketahui, sekitar 63% emisi karbondioksida dihasilkan oleh sektor industri energi ( pembangkit listrik/kilang minyak) dan sektor transportasi.
Sementara itu data dari Departemen ESDM (Yusgiantoro, 2006) bahwa, pada tahun 2005 hanya sebagian kecil dari potensi sumber energi terbarukan yang sudah termanfaatkan. Tenaga air baru terpasang 4,2 GM (5,55%) dari potensi 75,67 GW. Karena itu sangatlah bisa dimengerti jika pemerintah berusaha menaikkan target pemakaian sumber energi terbarukan.
Maka melalui Bimtek tersebut diharapkan menjadi suatu wadah pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) di bidang Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman. Sementara itu tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah, memahami peran infrastruktur drainase dalam upaya adaptasi dan Mitigasi bencana banjir terkait konsep climate resilient infrastructure, dan meningkatkan pengetahuan bagaimana alternatif strategi pengembangan potensi energi terbarukan di jaringan irigasi dengan pembangkit listrik tenaga mikro hidro.
Selain itu juga bertujuan untuk mendapatkan pemahaman bagaimana langkah Mitigasi kota batu antisipasi bencana banjir di hulu sungai brantas dan mengetahui salah satu bentuk implementasi penggunaan sistem drainase atau irigrasi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro yaitu Universitas Muhamaddiyah Malang.
” Semoga bapak dan ibu dapat memanfaatkan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam upaya meningkatkan pemahaman pelaksanaan 5 (lima) Pilar Pembangunan Perumahan Kawasan Permukiman yang aman dan berkelanjutan sesuai dengan Visi Indonesia Emas 2045 sebagai Negara Nusantara yang berdaulat, Maju dan Berkelanjutan sehingga mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan. ” harap I Nyoman Gunadi, ST, MT saat membuka secara resmi dimulainya kegiatan Bimtek tersebut. (ncs)
