Ajak Bahas Sejarah, Ketum Yasendam Undang Pj Bupati dan Walikota Mojokerto ke Majan

CB, TULUNGAGUNG – Ketua Umum (Ketum) Yasendam bertemu dengan perwakilan Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto di Majan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Dan, pertemuan tersebut, dalam rangka membahas pelestarian situs makam Bupati Mojokerto pertama/ Bupati Japan yang berada di makam keluarga Sentono Dalem Perdikan Majan

Dan, pertemuan ini merupakan inisiatif dari Raden Ali yang belum lama ini menghubungi Pj Walikota/Bupati Mojokerto, yakni membahas soal sejarah dan situs berdirinya Mojokerto yang rencananya bakal mengundang tiga pemda sekaligus.

Raden Ali menjelaskan, bahwa Majan tak hanya punya sejarah berkaitan dengan Tulungagung saja, akan tetapi dengan berdirinya Mojokerto. Iya pun langsung membeberkan seperti
Eyang pangeran Haryo Kusumodoyo bin Kyai Tumenggung Seconegoro Bupati Surabaya (Makam di Sidoarjo, red) bin Kyai Adipati Jangrana II Bupati Surabaya (makam di Laweyan Solo, red) bin Kyai Adipati Jangrana Bupati Surabaya bin Sunan Boto Putih Surabaya / Pangeran Lanang Dangiran bin Sunan Tawang Alun Raja Blambangan (Banyuwangi, red) aliasbesan dari Sentono Dalem Majan, RMT Pringgodiningrat Bupati Ngrowo ke-empat.

“Saya ingin menyampaikan pada pemerintah Mojokerto baik kota dan kabupaten agar tidak meninggalkan sejarah berdirinya Mojokerto, sehingga perlu menghadirkan pemda guna membahas bersama situs dan makam eyang Pangeran Haryo Kusumodoyo,” kata Raden Ali, Selasa (12/08) sore.

Dalam waktu dekat, lanjut Raden Ali, Yasendam bakal mengundang Pemda Mojokerto untuk menyampikan harapan dan naskah akademik tentang pemugaran situs bupati Japan.

“Dan sudah saya siapkan tim akademiknya sekalian tim peneliti yang sudah berjalan 2 tahunan ini. insyaallh lengkap data dari Yasendam dalam pertemuan ini, perwakilan Pemda Mojokerto mengaku pertama ini mendapat info dan data yang jelas mengenai sejarah Bupati Japan yang dimakamkan di Majan,” jelasnya.

Raden Ali menambahkan, dirinya bakal menggali bareng tim pemda dalam menentukan langkah berikutnya, yakni dalam pengambilan kebijakan.

“Yasendam sudah final dalam menggali sejarah leluhur dan semua yang berkaitan dengan Majan. Yang jelas kami punya dokumen masih utuh pada tahun 1913 sampai 1980 dan semua masih utuh,” bebernya.

Masih kata Raden Ali, data terakhir, yakni eyang Bupati Japan sudah terkumpul. Sehingga, menurutnya, hal ini merupakan kebanggan baginya untuk menjadikan bagian keluarga Sentono Dalem Perdikan Majan.

“Ternyata leluhur kami orang orang hebat, baik dalam segi penyebaran agama dan pemerintahan,” ungkapnya.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *