CB, TULUNGAGUNG – Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung, Dr Ir Heru Suseno MT, mengapresiasi Barisan Adat Raja Sultan Nusantara (Baranusa) yang berencana gelar ruwatan agung dan pencapaian rekor MURI Takir Plonthang pada 17 Oktober, mendatang.
Usai pertemuan dengan Baranusa di Pendopo Kongas Arum Kusumoning Bongso, Pj Bupati Heru mengatakan, bahwa takir plonthang adalah sesuatu yang baru baginya, dan bisa jadi Takir plonthang ini hanya ada di Kabupaten Tulungagung.
Ia juga menyampaikan, ruwatan dan pencapaian rekor MURI bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan adat dan budaya kepada masyarakat lain, agar suatu daerah bisa dikenal ciri khas serta identitasnya.
“Kita sambut ide dari teman-teman Baranusa dan Desa Demuk dalam rruwatan agung itu sebagai salah satu acara adat budaya di Tulungagung dan memperkenalkan takir plonthang kepada masyarakat luas,” kata Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno usai melakukan pertemuan dengan puluhan Baranusa di Pendopo Kongas Arum Kusumoning Bongso, Rabu (14/04).
Soal pencapaian reko MURI, tambah Pj Bupati, adalah rekor yang harus dicapai dalam jumlah tertentu. Sehingga, menurutnya, semua harus dipersiapkan sejak awal.
“MURI itu kan ada jumlah yang harus dicapai, tapi menurut Gus Ali Sodik 13 ribu itu sudah terpenuhi,” kata Pj Bupati seraya mengatakan kalau Baranusa dan Kades Demuk akan melibatkan ribuan masyarakat Demuk dan sekitarnya.
Ditempat yang sama, Sekjen Baranusa YM Raden Ali Sodik menyampaikan, kedatangannya bersama Kades Demuk dan belasan anggatanya di Pendopo Tulungagung itu untuk melakukan koordinasi dengan Pj Bupati Tulungagung, yakni menyampaikan rangkaian HUT Desa Demuk ke-131.
Dan, rencananya, dalam acara hari jadi ini bakal digelar acara kenduri massal dalam ruwatan agung serta menyajikan takir plonthang terbanyak di Indonesia, atau kisaran 13 ribu takir plonthang. Ribuan takir plonthang itu diharap bisa memecahkan rekor MURI.
“Pertemuan ini dalam rangka kordinasi dan memantapkan persiapan ruatan agung di Desa Demuk dan menuju rekor MURI penyajian takir plontang terbanyak di Indonesia,” kata Raden Ali usai melakukan pertemuan dengan Pj Bupati Heru.
Baranusa, lanjut Raden Ali, sudah menghubungi beberapa kementerian, bahwa Tulungagung akan punya hajat dengan tujuan agar tercipta situasi yang kondusif. Bahkan, menurutnya, pihaknya pun sudah melakukan komunikasi dengan MURI serta menyampaikan naskahnya.
Selain itu, rekor MURI tersebut juga sebagai apresiasi atas kinerja Pj Bupati yang telah bekerja semaksimal mungkin membawa Tulungagung aman dan damai. Menurutnya, Baranusa juga telah memberikan apresisasi kepada beberapa kepala daerah di Nusantara atas pencapaiannya.
“Rekor MURI nanti adalah kado kenang kenangan dari Pemdes Demuk bersama Baranusa kepada Pj. Bupati,” jelas Raden Ali dengan mimik serius.
Masih kata Raden Ali, ruatan agung dan pencapaian rekor MURI nanti bakal menggunakan takir plonthang non plastik, ramah lingkungan. Pasalnya, acara ruwatan ini bakal diselenggarakan pada malam hari.
“Nanti akan dihiasi seribu oncor dengan suasana ruwatan dan Baranusa juga akan mendokumentasikan pembuatannya dan dinarasikan untuk pembelajaran generasi yang akan datang,” ungkapnya.(Hsu)
