Peredaran Narkoba di Tulungagung Butuh Perhatian Serius, Rose: Kita Tidak Bisa Berdiri Sendiri, dan Butuh Keterlibatan Semua Unsur

CB, TULUNGAGUNG-Selain menjadi musuh negara, narkoba juga menjadi larangan bagi agama, karena narkoba adalah obat-obatan terlarang yang dapat memicu berbagai dampak bahaya pada kesehatan. Bahkan, penyalahgunaan narkoba ini juga dapat menyebabkan hilangnya ingatan hingga kematian.

Tak hanya itu, penggunaan dalam dosis tinggi juga bisa memicu bahaya kerusakan otak permanen. Dan, efek ini terjadi karena narkoba memaksa otak untuk bekerja lebih cepat dan menekan saraf pusat untuk menimbulkan efek ketenangan, dan perubahan sel otak tersebut mengganggu komunikasi antar saraf.

Melihat hal seperti, langkah apa yang bakal dilakukan Kepala BNN Kabupaten Tulungagung Rose Iptriwulandhari S.Psi, MM soal peredaran narkoba di Tulungagung diduga masih merajalela.

Perempuan kelahiran 1970 ini menjelaskan, yakni di usia RI ke 79 ini, bahwa ia merasa belum merdeka dari penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, BNN Tulungagung bakal terus berupaya menekan peredaran obat haram itu.

“Sebenarnya kita ini dijajah narkotika. Jadi, harapan kami, Indonesia sudah merdeka selama 79 tahun ini harus bersih dari penggunaan narkoba,” kata Rose usai mengikuti pidato kenegaraan di DPRD Tulungagung, Jumat (16/08).

Iapun berharap, para generasi bangsa harus mampu melindungi diri dari bahaya narkoba dan mampu melindungi ketahanan diri dan daya tangkal yang kuat terhadap penyelenggaraan narkoba.

“Sehingga, dengan adanya ketahanan diri, secara otomatis mereka bakal bisa menangkal terkait obat menyesatkan itu,” terangnya.

“Meskipun mereka dibujuk rayu tentang narkoba, tapi ketika memiliki daya imun dirinya, maka itu tak akan terjadi,” kata perempuan yang memiliki tiga putra itu dengan mimik senyum.

Untuk itu, tambah Rose, dalam pemberantasan peredaran narkoba ini tak bakalan bisa ia tangani sendiri alias perlu keterlibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan TNI Polri .

“Mari kita sama-sama bergerak, melawan atau melakukan upaya pencegahan terhadap narkoba. Karena kita tidak mungkin bisa berdiri sendiri, dan butuh keterlibatan semua unsur,” bebernya.

Masih kata Rose, bahwa masyarakat Tulungagung sudah mulai tumbuh kesadarannya soal narkoba. Bahkan, menurutnya, masyarakat sering kali memberikan informasi pada BNN Kabupaten Tulungagung.

Tak dipungkiri, bahwa BNN Tulungagung sering kali mendapat informasi-informasi dari masyarakat, terkait adanya peredaran narkoba maupun pecandu narkotika.

“Jadi banyak masyarakat yang menemukan ada salah satu pecandu narkotika, maka dia secara sadar melaporkan kepada BNN,” ungkapnya.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *