Akses Jalan Campurdarat, Tanggunggunung, dan Besuki Tulungagung Terendam Banjir

CB, TULUNGAGUNG – Banjir bandang yang melanda Tulungagung pada Kamis, 28 November 2024, telah menyebabkan jalur penghubung Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, menuju Kecamatan Besuki terendam air. Banjir ini dipicu oleh kiriman air dari wilayah pegunungan selatan, yang mengalir deras akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut sepanjang hari. Ketiadaan pepohonan di pegunungan membuat air hujan tidak dapat tertahan, sehingga meluncur ke daerah yang lebih rendah.

Menurut pantauan media di lokasi, di depan SMAN Campurdarat, kedalaman air terendam mencapai lebih dari mata kaki. Akibatnya, kendaraan yang melintas di area tersebut terpaksa bergerak sangat hati-hati agar tidak mogok karena ketinggian air yang semakin meningkat.

Indah (51), seorang warga Desa Ngentrong, menjelaskan bahwa hujan deras mulai turun sejak pagi hari hingga menjelang malam. “Mulai tadi pagi hingga sore hujan tak kunjung reda, dan kebetulan desa kami setiap tahunnya menjadi langganan banjir ketika musim penghujan tiba,” ungkapnya. Meskipun sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini, Indah tetap merasa cemas mengingat dampak yang ditimbulkan semakin parah tiap tahunnya.

Selain itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Robinson Nadeak, mengimbau agar masyarakat yang menggunakan jalur tersebut tetap berhati-hati. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama pada malam hari ketika arus sungai cenderung lebih deras dan sulit untuk diprediksi. BPBD juga telah mengerahkan tim untuk memantau kondisi di lapangan.

Hingga saat ini, proses pemantauan kondisi banjir terus dilakukan oleh tim BPBD bersama aparat desa setempat. Mereka berharap masyarakat dapat menjaga keselamatan dan segera menghindari lokasi-lokasi yang terendam banjir untuk mengurangi potensi kecelakaan.

(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *