Tradisi Labuhan Sarangan Jadi Momentum DPRD Magetan Evaluasi Pengembangan Wisata

CB, Magetan – Labuhan sarangan atau yang biasa disebut larung sesaji merupakan tradisi bersih desa masyarakat Kelurahan Sarangan yang dilaksanakan setiap tahun sekali ketika memasuki bulan ruwah dalam penanggalan jawa.

Pada moment itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melakukan evaluasi terhadap perkembangan sektor pariwasata khususnya di wisata telaga sarangan yang berperan sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Magetan.

Hj Rita Haryati Ketua Komisi B DPRD Magetan, mengatakan menurunya jumlah wisatawan pada tahun 2024 berdampak pada tidak tercapainya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu perlu dilakukan beberapa perbaikan mengingat taget PAD tahun 2025 meningkat.

“Kita harus melihat ini sebagai kesempatan untuk berbenah, baik dalam pengelolaan acara maupun pengembangan destinasi wisata, Infrastruktur harus diperbaiki, dan pengelolaan sampah harus dimaksimalkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, ”kata Rita, saat menghadiri larung sesaji di Kawasan Wisata Telaga Sarangan, Jum’at (31/01/2025).

Rita menyatakan, sebanyak 25 persen dari hasil PAD yang disumbangkan oleh Telaga Sarangan diupayakan untuk dikembalikan lagi untuk peningkatan kualitas pariwisata.

“Kami di Komisi B akan memperjuangkan agar minimal 25% PAD dari Sarangan dikembalikan guna meningkatkan kualitas destinasi ini, ”ujarnya.

Rita juga membeberkan, bahwa perbaikan tersebut harus dilakukan dengan cara berkolaborasi di semua sektor. Baik pemerintah, masyarakat sekitar serta pelaku usaha di kawasan wisata.

Dengan mengevaluasi secara menyeluruh di semua sektor diharapkan pariwisata Magetan semakin maju dan mampu berkontribusi lebih besar bagi Daerah.

“Telaga Sarangan memiliki potensi yang besar, namun tanpa adanya perbaikan fasilitas, infrastruktur, serta pelayanan, daya tariknya bisa menurun, maka dari itu perlu adanya beberapa perbaikan, kita harus saling berkolaborasi dengan kesadaran bersama. Ini sangat penting, terutama bagi masyarakat sekitar dan pelaku usaha di kawasan wisata, ”pungkasnya.
(Caknan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *