CB, Jeneponto – Kondisi bangunan SDN 26 Tamalatea Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto Sulawesi Selatan, kini nampak sangat memprihatikan, selain anak didik dan guru sangat selalu terhantui rasa was was, karena kondisi plafon nyaris runtuh, juga siswa kelas 1 terpaksa belajar Kesempitan di ruang UKS, karena tidak kebagian ruang kelas belajar.

Beberapa rekan guru di sekolah ini kepada rekan wartawan berucap cemas, bahwa dengan kondisi fisik pembangunan sekolahnya yang sudah nampak tak layak pakai lagi, mereka pada berharap, agar pihak pemerintah pusat dan daerah dapat segera memberikan bantuan rehab ruang kelas yang plafonnya sudah nyaris runtuh, dan juga diberikan tambahan ruang belajar anak didik.
Menurut mereka para guru, paling kawatir dan was was, jika saat hujan turun dan disertai dengan hembusan angin kencang, karena sangat dikawatirkan keruntuhan plafon yang kondisinya sudah sangat rusak parah, sehingga sangat mengancam keselamatan jiwa siswa dan guru saat proses belajar mengajar berlangsung.
“Kalau keliatan mau hujan dan angin ribut, kami segera pulangkan anak anak pak karena kami sangat kawatir akan terjadi keruntuhan plafon yang baloknya sudah pada kelihatan lapuk termakan rayap”. Ungkap para rekan guru.
Hal yang senada dan seirama yang diungkapkan oleh Kepala UPT SDN 26, Nur Intan S.Pdi saat ditemui di ruang kerjanya oleh rekan Media ini sebelumnya, pada beberapa pekan lalu.
Ketika itu Nur Intan berungkap dengan penuh harap, agar sekolah yang dinakhodainya itu, mendapat perhatian serius dari pemerintah, untuk segera diberikan bantuan rehab dan penambahan gedung ruang kelas belajar baru, supaya anak didiknya sudah dapat duduk nyaman di ruang kelas, menerima sajian mata pelajaran dari gurunya.
“Kami mau melihat anak didik dan para rekan guru guru dapat terasa nyaman dan betah di ruang kelas tanpa ada sedikitpun rasa kawatir lagi”. Ujarnya.
Semoga pemerintah daerah dalam hal ini pihak Dinas pendidikan Kabupaten, berprihatin mengajukan permohonan ke pemerintah pusat, untuk segera memberikan bantuan rehab dan penambahan gedung ruang kelas belajar baru tersebut. Dengan Penuh Harapannya. (Hamzah Sila).
