Lansia Tewas Tertemper Kereta di Blitar, Keluarga Terima Sebagai Musibah

CB Blitar – Seorang pria lanjut usia berinisial SW (68), warga Desa Sukanyar, Kecamatan Kesamben, Blitar, ditemukan tewas setelah tertemper Kereta Api Gajayana di emplasemen Stasiun Pohgajih, Selasa (18/2) pagi. Kejadian tragis ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.18 WIB.

Korban, yang diketahui bekerja sebagai tukang kayu, mengalami luka parah akibat insiden tersebut. Petugas keamanan stasiun menerima informasi dari masinis bahwa ada seseorang tertemper di jalur rel pada Km 86.

Mendapat laporan itu, seorang saksi bernama Tedy Pradana segera menuju lokasi untuk memastikan kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), ia menemukan korban sudah dalam kondisi tak bernyawa di sisi utara rel.

Tedy lalu menghubungi warga sekitar dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Selorejo. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah duka.

Dari hasil visum luar yang dilakukan petugas medis Puskesmas Selorejo, korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh. Tempurung kepala hancur, mata keluar, dan beberapa tulang mengalami patah akibat benturan keras dengan kereta api.

Selain itu, petugas menemukan kondisi kaki kanan dan kiri korban mengalami robekan dan patah pada beberapa bagian. Luka-luka ini mengindikasikan dampak fatal dari insiden tertemper kereta tersebut.

Berdasarkan keterangan dari keluarga, korban diketahui mengalami gangguan pendengaran serta demensia. Dugaan sementara, korban tidak menyadari keberadaan kereta yang melintas sehingga tidak sempat menghindar.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Mereka juga menandatangani surat pernyataan bahwa insiden ini murni kecelakaan.

Kapolsek Selorejo beserta tim dari Unit Reskrim dan petugas medis telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban yang mengarah pada dugaan tindakan kriminal.

Menurut saksi lain, Ilham Kurniawan, yang juga berada di sekitar lokasi, korban tampak berjalan sendirian sebelum kejadian. Namun, tidak ada yang menyangka bahwa ia akan tertemper kereta.

Polisi mengimbau masyarakat, terutama keluarga yang memiliki lansia dengan kondisi serupa, untuk selalu mengawasi keberadaan mereka guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Pihak PT KAI juga mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati saat berada di sekitar jalur rel. Keselamatan harus menjadi prioritas utama karena kecelakaan di rel kereta sering berakibat fatal.

Hingga saat ini, insiden tertemper kereta api masih menjadi salah satu kasus kecelakaan yang sering terjadi, terutama di kawasan yang tidak memiliki pagar pembatas jalur rel.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan warga lebih waspada dan selalu memperhatikan lingkungan sekitar saat melintasi rel kereta api.

Kasus ini pun telah dinyatakan selesai oleh kepolisian karena tidak ada tuntutan dari pihak keluarga korban.(Pram/Hms reskab)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *