Kajari Tolitoli Pimpin Penanaman Mangrove, Kepedulian Nyata Untuk Bumi Tolitoli

CB, Tolitoli — Dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tolitoli, Dr. Albertinus P. Napitupulu, SH., MH., memimpin langsung kegiatan penanaman mangrove di pesisir pantai belakang Gedung Maramba, Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup sekaligus komitmen bersama dalam menjaga kelestarian bumi.

Acara yang berlangsung pada Sabtu pagi ini turut dihadiri Forum Komunikasi Perangkat Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tolitoli, jajaran Kejaksaan Negeri Tolitoli, serta berbagai instansi diantaranya perwakilan Lanal Tolitoli/Buol (BT), Polres Tolitoli, Kodim 1305 Buol/Tolitoli (BT), perwakilan Stikes, hingga komunitas pecinta lingkungan Bumi Kita Tidak hanya itu, keterlibatan masyarakat umum dan para pelajar menambah semarak dan semangat kebersamaan dalam menjaga bumi.

Dalam prosesi penanaman, Kajari Tolitoli didampingi langsung oleh Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tolitoli, Sugandi, SH., serta Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Imran Adiguna, SH., MH. Bersama para peserta, mereka menanam ratusan bibit mangrove di sepanjang garis pantai sebagai upaya mengatasi abrasi, memperbaiki ekosistem pesisir, dan mencegah masuknya pencemaran sampah dari laut ke pemukiman warga.

Dalam sambutannya, Dr. Albertinus menekankan pentingnya momentum Hari Bumi sebagai pengingat untuk menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, menanam mangrove bukan sekadar simbolis, melainkan sebuah tindakan nyata yang membawa manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang. Kajari juga menyebutkan, “Kita tidak hanya menanam pohon, kita menanam harapan. Mangrove adalah benteng alami bagi pantai kita, tempat hidup berbagai biota laut, serta perisai dari bahaya abrasi dan bencana alam. Semoga gerakan kecil ini menjadi awal dari perubahan besar untuk bumi kita, khususnya di Kabupaten Tolitoli,” ujar Kajari dalam pidatonya.

Setelah penanaman mangrove selesai, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif bertema “Gerakan Menanam Mangrove untuk Sejuta Perubahan”. Dalam sesi ini, peserta berbagi pandangan tentang pentingnya peran aktif semua pihak dari pemerintah hingga masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dialog ini sekaligus memperkuat sinergi lintas sektoral untuk program-program penghijauan dan perlindungan lingkungan ke depannya, Kegiatan peringatan Hari Bumi ini kemudian ditutup dengan sarapan bersama, sebagai simbol kebersamaan dan kekeluargaan di antara seluruh peserta.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak mangrove yang tertanam, tetapi juga menanamkan semangat cinta lingkungan di hati setiap peserta. Upaya seperti ini menjadi pondasi penting dalam menciptakan masa depan Tolitoli yang lebih hijau, lestari, dan tahan terhadap perubahan iklim. (Ksr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *