CB, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) terus berupaya dalam mencegah terjadinya banjir, mulai dari membangun kolam retensi hingga melakukan pembersihan saluran air.
Kegiatan bersih-bersih dilakukan serentak di 3 (tiga) Kecamatan, diantaranya: Jl. KH. Wachid Hasyim wilayah Miji, Miji Gg 1, Kauman Gg 8, Prajurit Kulon Gg 9, Mulyosari Gg 1, wilayah Kedundung, sepanjang Jalan Raya Tropodo Meri, Jl. Kawi Perumnas Wates, Jl. Bhayangkara, di beberapa tempat lainnya.
Anggaran yang digunakan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Demikian dikatakan Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto, Muraji, ST., M.Si., Selasa (20/5/2025).
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa pembersihan saluran drainase untuk menjaga kelancaran aliran air dan mencegah terjadinya banjir atau genangan. Saluran drainase yang tersumbat dapat menyebabkan air terhambat dan menyebabkan banjir.
“Untuk itu, diperlukan kesadaran dan peran aktif masyarakat. Pemda menfasilitasi, menyediakan. Butuh peran serta masyarakat dalam merawat dan menjaga fasilitas tersebut. Seperti, tidak buang sampah sembarangan agar dreinase tidak mampet/tersumbat, “terang Muraji.
Muraji menuturkan, pembersihan terus dilakukan secara berkala. Apalagi memasuki musim hujan, pembersihan lebih dimasifkan sebagai langkah antisipasi melubernya air ke jalan dan ke pemukiman rumah warga. (Rtyn)
