CB, GROBOGAN – Pemerintah Desa Tambirejo kecamatan Toroh kabupaten Grobogan giat melakukan pembangunan salah satunya pembangunan Gedung Serba Guna yang berpusat di sebelah barat kantor desa Tambirejo.
Anggaran yang digelontorkan cukup fantastis dengan total sebesar Rp. 289.606.000,00 dengan rincian tahap I Rp. 77.606.000,00 dan Tahap II sebesar Rp. 212.000.000,00.
Di duga anggaran tersebut menjadi ajang bancaan oknum tak bertanggungjawab. Pasalnya, Anggaran yang dibiayai dari dana Desa tahun 2025 begitu besar.
Tidak sebanding dengan hasil pekerjaan yang ada di lapangan. Bahkan, ada indikasi ,di duga kuat kepala desa Tambirejo disapa dengan panggilan ” Pak Nanto” membagi bagikan duit kepada LSM maupun Wartawan yang dekat dengan kepala desa Tambirejo.
Hal ini bertujuan agar Dana Desa Tahun 2025 yang diperoleh desa Tambirejo kecamatan Toroh aman dari sorotan dari LSM maupun wartawan dan pegiat anti korupsi yang lainya.
Pada pembangunan Gedung Serba Guna banyak menuai masalah diantaranya tenaga kerja banyak tidak memakai K 3 seperti tidak memakai sarung tangan, helm proyek, sabuk pengaman dan sepatu boot.
Adukan campuran menggunakan cangkul, molen hanya digunakan sebagai formalitas saja.
Batu pasang yang digunakan di duga berkualitas jelek, Adukan Campuran langsung dijatuhkan pada tanah sehingga bercampur tanah, di duga plasteran yang digunakan sangat tipis, Hasil cor terlihat banyak yang rusak dan pecah serta tidak ada rambu-rambu peringatan bahwa di lokasi sedang ada pengerjaan proyek,
Saat hal ini dikonfirmasi melalui kantor desa, melalui sekdes Tambirejo, Sarah menuturkan bahwa kepala desa tidak ada di kantor desa, beliau menghadiri rapat di kecamatan Toroh.
“Pak Lurah tidak di kantor mas. Lagi ada rapat sama pak Camat di kantor kecamatan Toroh” Kata dia.
Hal ini berbanding terbalik keterangan pada Tenaga Kerja dalam proyek pembangunan Gedung Serba Guna yang terletak di barat kantor desa bahwa kades Tambirejo, Nanto panggilan akrab disapa baru saja pergi dari proyek tersebut.
“Pak Lurah tadi ada mas. Baru saja pergi. Ngecek kelengkapan pasir sama semen kurang apa tidak. Sama pekerjaan acian atas selesai atau belum” Kata dia.
Di Duga kuat anggaran untuk pembangunan gedung serba guna sengaja digunakan kades Tambirejo sebagai ajang bancaan oknum tak bertanggungjawab. Hal ini diberikan hanya LSM dan Wartawan yang dekat dengan kades Tambirejo bertujuan untuk mengamankan dana desa.
Warga berharap pihak APH melakukan audit seluruh kegiatan baik fisik maupun non fisik yang ada di desa Tambirejo sehingga diperoleh temuan temuan penggunaan dana yang tidak sesuai SOP bisa dipertanggungjawabkan.
Audit penggunaan keuangan baik bersumber dari dana desa, ADD maupun PADes tahun 2024.
Hingga berita diturunkan tidak ada tanggapan apapun dari kades Tambirejo. Bersambung, (Sof/Team)
