Perayaan Bayangkara di Tolitoli Diwarnai Demonstrasi: Kapolres Diduga Tutupi Sejumlah Kasus

CB, Tolitoli — Di tengah gegap gempita peringatan Hari Bhayangkara ke-79, suasana di Mapolres Tolitoli justru memanas. Bukan karena pesta atau apresiasi, tetapi lantaran aksi demonstrasi dari Aliansi Lintas Pemuda dan Mahasiswa Tolitoli (ALPMT) yang mengecam keras kinerja aparat kepolisian, dengan membawa spanduk dan pengeras suara, massa pendemo meneriakkan kekecewaan mereka terhadap Kapolres Tolitoli, AKBP Wayan Wairacana Aryawan, yang dinilai gagal menuntaskan berbagai kasus yang menjadi keresahan publik. Mereka menuding institusi kepolisian setempat menutup-nutupi proses hukum, serta lamban dalam merespon laporan masyarakat.

Demonstran berusaha masuk ke halaman Mapolres untuk menyampaikan langsung tuntutan mereka. Namun, langkah itu dihadang aparat yang membuat barikade di gerbang utama. Ketegangan meningkat, insiden dorong-mendorong tak terhindarkan.
Meskipun gagal menembus pagar, aspirasi tetap disuarakan dengan lantang di luar Mapolres. Mereka menyebut bahwa momentum Hari Bhayangkara seharusnya menjadi refleksi bagi jajaran kepolisian, bukan justru menutup telinga atas kritik masyarakat.

Salah satu sorotan utama adalah soal peredaran narkoba di Tolitoli yang disebut semakin mengkhawatirkan. Menurut orator aksi, narkotika kini bahkan menyasar kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA. Para demonstran menilai, penanganan Polres belum menunjukkan langkah serius.
Tak hanya itu, mereka juga mengangkat kasus eksploitasi seksual terhadap anak gadis berusia 13 tahun yang hingga kini tak kunjung mendapat kejelasan hukum. Kasus ini, yang sebelumnya telah masuk ke ranah penyidikan, dinilai stagnan dan tak transparan.

“Bapak Kapolres harusnya menjadikan Hari Bhayangkara ini sebagai momen evaluasi total. Kami tidak bicara tanpa dasar, semua tuntutan kami berdasarkan realitas. Banyak laporan masyarakat yang tidak ditindaklanjuti secara profesional,” tegas Ardan, koordinator aksi.

Aksi demonstrasi yang di lakukan aliansi pemuda dan mahasiswa tolitoli bukan tanpa sebab dalam pantauan media ini beberapa perkara kasus memang belum ada informasi yang valid terutama penanganan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang menyeret Dinas Kesehatan Tolitoli. Kasus ini dinilai berjalan di tempat dan minim informasi dari penyidik kepada publik maupun media.

Saat dikonfirmasi usai acara syukuran Bhayangkara, Kapolres Tolitoli AKBP Wayan Wairacana Aryawan, S.I.K., enggan memberikan tanggapan atas tuntutan massa. Ia justru memilih menjawab pertanyaan seputar kegiatan seremonial peringatan HUT Bhayangkara dan menghindari isu yang tengah ramai di luar Mapolres. (Ksr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *