CB, Magetan – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Kepala SMAN 3 Ponorogo, Dr. Sasmita Pribadi, M.Pd., menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penjaga dan penerus semangat kemerdekaan di era modern. Ia menyampaikan bahwa peringatan 17 Agustus bukan hanya seremoni, tetapi panggilan untuk bertanggung jawab atas masa depan bangsa.
“Kemerdekaan ini hasil perjuangan panjang. Sekarang, tugas kita adalah memastikan perjuangan itu tidak sia-sia. Generasi muda harus jadi penjaga nilai-nilai kebangsaan dengan cara yang relevan di zamannya: belajar sungguh-sungguh, menjunjung kejujuran, dan peduli terhadap bangsanya,” ujar Dr. Sasmita, Rabu (7/8/2025).
Menurutnya, tantangan Indonesia saat ini bukan lagi penjajahan fisik, tetapi penjajahan dalam bentuk ketidakpedulian, degradasi moral, dan lunturnya identitas kebangsaan. Dunia pendidikan, lanjutnya, punya peran sentral dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kuat dalam karakter.
“Kemerdekaan hari ini harus diisi dengan kerja nyata, bukan euforia. Sekolah adalah tempat paling strategis untuk menanamkan nasionalisme yang hidup, bukan sekadar simbolik,” tegasnya.
Ia mengajak para siswa dan guru di seluruh Indonesia untuk menjadikan peringatan kemerdekaan tahun ini sebagai momen pembaruan komitmen terhadap bangsa. Dr. Sasmita juga menekankan bahwa kebebasan yang telah diraih harus dibarengi dengan tanggung jawab, terutama di tengah arus globalisasi dan teknologi yang semakin pesat.
“Kita tidak boleh lengah. Justru di era keterbukaan informasi seperti sekarang, nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan harus makin kuat dijaga,” tambahnya.
Dengan usia kemerdekaan yang kini memasuki delapan dekade, Dr. Sasmita berharap para pendidik dan pelajar dapat terus menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju bangsa yang lebih maju, adil, dan beradab.
(Caknan)
