Demo 4 September Dinilai Provokatif, Warga Tulungagung: Kami Ogah Ikut-ikutan

CB, Tulungagung – Rencana aksi demonstrasi di Kabupaten Tulungagung yang beredar luas melalui grup media sosial dan WhatsApp untuk tanggal 4 September 2025 tampaknya tidak mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga cenderung menanggapi ajakan tersebut dengan dingin dan memilih untuk tidak terjebak dalam situasi yang justru bisa memperkeruh suasana.

Apalagi, demonstrasi di berbagai daerah akhir-akhir ini sering kali berujung pada tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, bahkan penjarahan. Masyarakat menilai tindakan semacam itu bukan hanya tidak beradab, tetapi juga sangat merugikan rakyat sendiri.

“Jujur, kami sangat prihatin melihat aksi-aksi yang berujung pada perusakan hingga pembakaran gedung. Mereka lupa bahwa pembangunan kembali juga akan menggunakan uang rakyat. Ini jelas merugikan kita semua,” ujar Gunawan (60), warga Desa Boyolangu, Selasa (2/9/2025).

Gunawan mengaku, saat muda dirinya juga pernah ikut aksi demonstrasi, bahkan sampai berhadapan dengan aparat. Namun, menurutnya, saat itu tidak ada aksi anarkis atau penjarahan seperti yang marak terjadi belakangan ini.

“Saya heran dengan cara mereka sekarang. Yang dirugikan justru masyarakat sendiri. Jangan-jangan memang ada pihak tertentu yang sengaja menginginkan suasana menjadi kacau,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tidak ikut-ikutan dalam aksi demonstrasi yang diduga ditunggangi oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

“Lebih baik bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga daripada ikut-ikutan dengan orang-orang yang tidak jelas tujuannya,” tegas Gunawan, yang diamini oleh rekan-rekannya saat ngopi di sebuah warung kopi.

Senada dengan Gunawan, Nur Kholis (54), warga Kecamatan Kauman, menilai bahwa aksi-aksi demonstrasi yang terjadi akhir-akhir ini sudah tidak terukur. Menurutnya, penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan secara damai dan bertanggung jawab.

“Apa yang terjadi belakangan ini sangat merugikan dan mencerminkan sesuatu yang tidak baik. Harusnya ini jadi pelajaran, baik untuk masyarakat maupun pemangku kebijakan,” ujarnya.

Nur Kholis berharap masyarakat bisa berpikir lebih cerdas dan dewasa dalam menyikapi situasi. Ia juga mengingatkan bahwa demonstrasi adalah hak menyampaikan aspirasi, bukan ajang untuk melakukan tindakan anarkis.

Sementara itu, PG, warga Kecamatan Tulungagung kota berharap pada warga masyarakat yang tetap ikut aksi demonstrasi pada 4 September 2025 agar waspada pada aktor provokator yang selalu ada dalam kerumanan massa aksi.

“Kalau melihat polanya semua hampir sama. Mulai dari ciri fisik pelaku, gaya pakaian, dan pola kerjanya sama, dan itu yang perlu diwaspadai,” terang  PG, sembari mengatakan kalau dirinya ogah ikut-ikutan aksi yang dianggap sarat provokatif.

Dari hasil penelusuran di lapangan  mayoritas masyarakat Tulungagung memilih untuk fokus bekerja dan ogah ikut-ikutan dalam aksi yang berpotensi ditunggangi oleh provokator.(tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *