CB, Mojokerto – DPC Partai Kebangsaan Kota Mojokerto menggelar Sekolah Kader Perubahan (SKP) untuk mencetak kader politik yang militan, loyal, berkomitmen, serta memahami perjuangan bangsa melalui perspektif nilai-nilai yang diusung PKB.
Selain itu, SKP untuk mendidik dan memperkuat ideologi serta wawasan politik para kadernya.
Sekolah Kader Perubahan atau kegiatan Ngaji Politik digelar di berbagai tingkatan, dari DPC, DPW, hingga pusat.
SKP yang dilaksanakan DPC PKB Kota Mojokerto diikuti ratusan kader, berlangsung selama 2 hari, (8-9 Nopember 2025).
Acara digelar di beberapa tempat. Diantaranya: aula MWCNU Kecamatan Magersari, pesantren An-Nawy, Ponpes Al-Azhar, serta Kantor DPC PKB Kota Mojokerto.
Ketua DPC PKB Kota Mojokerto, H. Junaedi Malik, SE. menyampaikan bahwa PKB punya ideologi yang harus ditanamkan di Sekolah Kader Perubahan (SKP) yang merupakan bukti kongkrit PKB untuk membangun partisipasi di tengah masyarakat.
“Edukasi politik yang dilaksanakan hari ini adalah kepentingan untuk semua masyarakat. Itulah pentingnya politik. Politik itu tidak anarkis, politik tidak anti, politik itu tidak hal yang negatif, yang negatif itu oknumnya,” jelasnya,
Politik PKB bukan politik pembodohan, politik pragmatis atau transaksional. Junaedi mencontohkan, Pemilu diberikan pragmatis setelah itu jadi, disambati gak mau tau. “Tapi, PKB berkomitmen membangun berkelanjutan demi perubahan yang lebih baik,” ucap Gus Juned, panggilan akrab Junaedi Malik.
“Partai Kebangsaan Bangsa (PKB) adalah partai politik perubahan yang berkelanjutan dan berkomitmen memperjuangkan nilai-nilai keagamaan, nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai kemasyarakatan,” tegasnya.
Gus Juned mengatakan pentingnya kader untuk peka keluhan masyarakat dan berharap kader bersinergi karena fungsi pilitik adalah manfaat berkelanjutan
“PKB mengajak Anda bareng-bareng berjuang berkelanjutan untuk membangun kemanfaatan, karena output hasil terakhir politik yaitu serba kemanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Ertin Primawati)
