CB, Kediri — Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akhirnya menuntaskan proyek pembangunan dan pemasangan pengaman jembatan di Jalan Raya Ngampel, Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Pekerjaan yang berlangsung sejak 1 September hingga 29 Oktober 2025 ini kini telah rampung sepenuhnya dan siap digunakan oleh masyarakat umum.

Proyek tersebut merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan dan fasilitas keselamatan publik yang rutin dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Kediri setiap tahun. Fokus utama pekerjaan ini adalah memperkuat struktur jembatan yang sudah berusia lama, sekaligus menambah elemen pengaman berupa dinding pembatas dan pagar besi untuk melindungi pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun pejalan kaki.
—
Proses Pengerjaan dan Perbaikan Struktur
Berdasarkan informasi dari pihak pelaksana proyek, pekerjaan mencakup beberapa tahap penting, antara lain:
Perbaikan struktur beton utama yang mengalami penurunan akibat faktor usia dan kondisi tanah di sekitar sungai.
Pemasangan dinding pengaman baru di sisi kiri dan kanan jembatan dengan bahan logam dan beton bertulang agar lebih kuat menahan benturan.
Perataan ulang permukaan jalan di atas jembatan melalui pengecoran tambahan, untuk menghindari genangan air dan membuat permukaan lebih halus.
Pengecatan dan perapian akhir (finishing) agar jembatan tampak rapi serta serasi dengan lingkungan sekitar.
Proses pengerjaan juga melibatkan uji kekuatan struktur (load test) untuk memastikan daya tahan beton dan kestabilan konstruksi sebelum dinyatakan layak pakai. Semua tahap dilakukan sesuai standar keselamatan dan pedoman teknis dari Dinas PUPR Kota Kediri.
> “Kami memperkuat pondasi serta menambah pengaman di kedua sisi jembatan agar lebih kokoh dan tidak membahayakan pengguna jalan. Semua tahap sudah kami uji, termasuk ketahanan beton terhadap beban berat,” jelas salah satu pekerja lapangan saat ditemui pada Jumat (31/10/2025).
—
Latar Belakang Perbaikan
Jembatan di Jalan Raya Ngampel ini merupakan salah satu akses utama penghubung antarwilayah di Kecamatan Mojoroto, yang menghubungkan kawasan permukiman padat penduduk dengan jalur utama menuju pusat Kota Kediri. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi jembatan tersebut sempat memprihatinkan akibat penurunan struktur kecil dan erosi di sekitar pondasi yang dipicu oleh derasnya aliran air saat musim hujan.
Selain itu, minimnya pagar pengaman di sisi jembatan membuat warga khawatir akan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari atau ketika cuaca sedang buruk. Banyak warga yang mengeluhkan tidak adanya pembatas yang jelas, sehingga rawan terjadinya kecelakaan ringan.
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Kediri memutuskan untuk melakukan perbaikan total sekaligus pemasangan pengaman baru, agar fungsi jembatan kembali optimal dan aman bagi semua kalangan masyarakat.
—
Dukungan dan Tanggapan Warga
Selesainya proyek ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Warga yang sehari-hari melintasi jembatan merasa lega karena kini fasilitas tersebut lebih aman dan nyaman.
> “Dulu jembatan ini agak berbahaya, apalagi malam hari karena tidak ada pembatas. Sekarang sudah ada pengaman kiri-kanan, jadi lebih tenang kalau lewat, baik naik motor maupun jalan kaki,” tutur Rudi, salah satu warga Kelurahan Ngampel.
Beberapa warga lainnya juga mengapresiasi cara pelaksana proyek mengatur lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Meski dilakukan di jalur yang cukup padat, tidak terjadi kemacetan berarti karena pengaturan lalu lintas dilakukan secara bergantian dan melibatkan petugas lapangan.
Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa kegiatan konstruksi tidak mengganggu aktivitas warga sekitar, termasuk akses menuju rumah ibadah, sekolah, dan area permukiman.
—
Aspek Estetika dan Lingkungan
Tak hanya memperhatikan keamanan, desain pengaman jembatan ini juga dibuat dengan mempertimbangkan keindahan visual dan keserasian lingkungan. Warna pagar pengaman disesuaikan dengan nuansa sekitar, serta dilengkapi reflektor malam agar tetap terlihat jelas saat kondisi gelap.
Pihak pelaksana menggunakan bahan beton bertulang dan baja galvanis yang tahan terhadap karat dan tekanan, sehingga diharapkan dapat bertahan lama meski sering terpapar air hujan dan panas matahari.
Langkah ini menunjukkan bahwa proyek infrastruktur tidak hanya berorientasi pada fungsi, tetapi juga memperhatikan aspek estetika dan keberlanjutan lingkungan.
—
Komitmen Pemerintah Kota Kediri
Dengan rampungnya pemasangan pengaman jembatan Ngampel ini, Pemerintah Kota Kediri menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan publik dan memperbaiki infrastruktur secara berkelanjutan. Proyek ini merupakan bagian dari agenda besar dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Kediri.
Pemerintah juga berencana melanjutkan program serupa di beberapa titik lainnya yang dinilai membutuhkan perbaikan, termasuk jembatan di wilayah Pesantren dan Semampir.
Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, melalui keterangan tertulis, menyampaikan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama, dan pihaknya akan terus memantau kondisi jembatan secara berkala.
> “Kami akan terus melakukan pemeliharaan berkala agar jembatan dan fasilitas umum lainnya tetap dalam kondisi baik. Infrastruktur yang aman akan mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga,” ujarnya.
—
Kesimpulan
Penyelesaian proyek pemasangan pengaman jembatan di Jalan Raya Ngampel menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keselamatan publik. Selain meningkatkan fungsi jembatan sebagai sarana penghubung transportasi, proyek ini juga memberikan dampak positif terhadap kenyamanan, estetika, serta keamanan pengguna jalan.
Kini, jembatan Ngampel bukan hanya sekadar infrastruktur vital, tetapi juga simbol komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam membangun kota yang aman, tertata, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.(Fal)
