CB, TULUNGAGUNG – Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pendidikan Inklusi bagi guru Sekolah Dasar se-Kabupaten Tulungagung. Kegiatan berlangsung selama dua hari, bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan setempat.
Sebanyak 260 guru kelas dari berbagai SD yang memiliki peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) turut mengikuti kegiatan ini. Pelaksanaan Bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan inklusif yang ramah, humanis, serta bebas diskriminasi.
Dasar Pelaksanaan
Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan regulasi:
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas
Permendikbudristek No. 48 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif
Tujuan Kegiatan
Program Bimtek bertujuan untuk:
Meningkatkan pemahaman guru dan kepala sekolah mengenai konsep pendidikan inklusif, menguatkan kompetensi dalam menyusun perencanaan pembelajaran inklusif, asesmen alternatif, serta strategi diferensiasi, memperkuat peran sekolah dalam menyediakan layanan pendidikan yang ramah bagi seluruh peserta didik, sertq membangun jejaring dan kolaborasi antarsekolah dalam implementasi pendidikan inklusif.
Dalam laporannya, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pendidik di Tulungagung. Dengan jumlah peserta mencapai 260 guru, diharapkan kompetensi dalam menghadapi keberagaman siswa meningkat secara signifikan.
Apresiasi dari Dinas Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung melalui Plt. Kepala Bidang Pembinaan SD, Wahyu Tejo, mengapresiasi antusiasme seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar menerima peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah, tetapi memastikan layanan, ruang, dan lingkungan belajar yang setara dan bermartabat.
“Saya berharap peserta Bimtek, khususnya tenaga pendidik dan kependidikan, mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Pemahaman dan kesadaran ini diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pendidikan inklusif, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Wahyu Tejo kemudian secara resmi membuka Bimbingan Teknis Penguatan Pendidikan Inklusi Jenjang Sekolah Dasar Kabupaten Tulungagung Tahun 2025.
Harapan dan Penutup
Melalui Bimtek ini, Dinas Pendidikan berharap muncul praktik baik (best practice) dari para guru dalam mengembangkan pembelajaran inklusif di sekolah masing-masing, sehingga memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Tulungagung.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta ajakan untuk terus memperkuat kolaborasi menuju pendidikan yang ramah bagi semua anak.(tim)
