CB, TULUNGAGUNG – Lembaga Swadaya Masyarakat Bintara Center Tulungagung secara resmi menerjunkan 19 tim kontrol yang ditempatkan di seluruh kecamatan se-Kabupaten Tulungagung.
Tugas utama tim tersebut adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal tersebut yang disampaikan Ketua Bintara Sencer, Raden Ali Sodik.
Dia menyampaikan, seluruh tim dibekali surat tugas resmi. Pembentukan tim ini dilakukan menyusul maraknya aduan masyarakat, khususnya terkait menu makanan yang dinilai kurang layak, serta dugaan adanya penyimpangan dan praktik tidak sesuai aturan oleh penyelenggara Program MBG.
Ia juga menegaskan, apabila ditemukan menu yang tidak memenuhi standar kelayakan dalam Program Makan Bergizi Gratis, maka pihak yang bertanggung jawab adalah yayasan dan kepala dapur penyelenggara.
Selain itu, dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya Program MBG.
Karena, menurutnya, pengawasan bersama diperlukan agar program strategis pemerintah ini benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Apalagi, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas.
Kerena, program ini tidak hanya bertujuan mengatasi persoalan gizi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.
Raden Ali menyampaikan, apabila di daerah ditemukan indikasi permainan atau penyimpangan terhadap program tersebut, maka Bintara Center akan mengambil langkah tegas melalui tim kontrol yang telah dibentuk.
Pengawasan difokuskan pada dua aspek utama.
Pertama, proses pengadaan bahan pangan oleh dapur penyelenggara, termasuk memastikan pengadaan dilakukan secara resmi dan sesuai ketentuan. Bintara Center menerima aduan adanya dugaan permainan harga bahan pokok MBG, seperti oknum yang memasok bahan sendiri dengan harga disesuaikan seolah-olah melalui Commanditaire Vennootschap (CV), namun tanpa kewajiban pajak.
Kedua, dampak dari tingginya harga dan rendahnya kualitas bahan pangan yang berujung pada pengurangan takaran serta tidak terpenuhinya standar gizi. Bahkan ditemukan indikasi penyajian menu MBG yang asal-asalan kepada siswa di sekolah.
Bintara Center juga mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan Program MBG sebagai upaya memastikan keberhasilan program nasional tersebut.
“Bintara Center akan mengkaji seluruh temuan dan aduan dari 19 tim, kemudian melaporkan oknum atau pihak mana pun yang diduga melanggar dan memainkan program Presiden. Program MBG ini harus sukses, dan semua pihak wajib mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas Raden Ali.
Ia menambahkan, pihaknya akan membuktikan bahwa langkah pengawasan ini dapat berjalan efektif. Ketua yayasan, kepala dapur, maupun siapa pun yang terlibat dalam penyimpangan Program MBG diingatkan untuk tidak main-main.
“Program ini menyangkut kepentingan anak-anak dan ibu-ibu sebagai penerima manfaat. Mari kita jaga bersama,” ujarnya.
Selain pengawasan, Bintara Center juga akan memberikan saran dan masukan konstruktif melalui kajian resmi guna menyempurnakan pelaksanaan Program MBG ke depan.
“Kritik dari siapa pun harus didengar. Penanggung jawab program perlu melakukan evaluasi secara berkala. Pikiran-pikiran positif dari masyarakat harus diakomodasi,” pungkasnya.(tim)
