CB, SIDOARJO- Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Dedi Irwansa meminta dan berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo serius memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Sidoarjo.
“Masih banyak keluhan sampah yang disampaikan ke saya. Bahkan saat reses anggota DPRD Jatim beberapa waktu lalu. Hampir disemua titik reses saya persoalan sanpah masih menjadi keluhan utama,”kata Dedi dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).
Termasuk kata Dedi pengangkutan sampah yang tidak sesuai waktu. Terkadang banyak sanpah yang sudah menumpuk lama tidak ada pengangkutan untuk membuangnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Akibatnya kata Politisi fraksi Demokrat ini, lingkungan tercemari masyarakat harus menghirup udara yang buruk dari sampah yang tak diangkut. “Ya tentu baunya itu mengganggu. Padahal iuran sampah gak pernah telat diharapkan layanannya juga sesuailah, jangan telat ngambilnya,” kata Dedi.
Sebagai pecinta lingkungan yang bersih dan sehat, ini juga melihat akar masalah yang masih terjadi yaitu membuang sampah sembarangan. “Masih banyak sampah dari rumah, terus di buang ditempat yang dipikir itu tempat sampah. Padahal kan bukan. Cuman ada tumpukan sampah aja,” lanjut politisi asli Sidoarjo ini.
Karenanya Dedi berharap, segera ada regulasi jelas yang membuat orang tidak membuang sampah semaunya sendiri. Salah satunya dengan denda yang sangat berat untuk masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
“Jangan masuk katagori pelanggaran ringan, karena dampaknya bikin bau, bikin banjir, bikin penyakit. Kenapa hal ini saya tekankan karena saya ingin tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi kita semua,” tegas Dedi.
Sudah waktunya regulasi soal sampah segera dibuat mulai dari hulu hingga hilir, termasuk pemanfaat sampah daur ulang. “Aturan harus segera dipastikan berjalan sesuai Perda yang ada, jika belum maksimal ya harus mengajak semua komponen bergerak. Jika memang harus ditetapkan denda yang besar, kalau itu untuk kebaikan kenapa tidak ?” Pungkasnya.
