CB, TULUNGAGUNG – Yayasan Bintang Nusantara Abadi Indonesia secara resmi menetapkan kelulusan Santriwan dan Santriwati Pesantren Kebangsaan serta Madin Merdeka Nusantara Angkatan IV Tahun 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Bintang Nusantara Abadi Indonesia Nomor: 212/SK/YYS-ALMIMBAR/III/2026 yang ditetapkan pada 2 Maret 2026 di Tulungagung.
Dan, keputusan kelulusan diambil setelah melalui evaluasi akhir pendidikan yang meliputi penilaian akademik dan non-akademik, serta rapat Dewan Pengasuh Pesantren Kebangsaan dan Madin Merdeka Nusantara.
Seluruh santri yang dinyatakan lulus telah memenuhi standar dan persyaratan pendidikan yang ditetapkan lembaga.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. KH. Muntahibbun Nafis, M.Ag, menegaskan bahwa kualitas manusia ditentukan oleh pribadi masing-masing. Ia mengibaratkan kualitas manusia seperti buah durian—yang memiliki ciri dan keunggulan tersendiri.
Ia juga menekankan pentingnya meneruskan metode dakwah Walisongo dengan prinsip “anglaras ilining banyu, angeli ananging ora keli, uningo gandaning Nabi” sebagaimana termaktub dalam Serat Lokajaya karya Kanjeng Sunan Kalijaga.
Prinsip tersebut mengajarkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dan jati diri.
“Pesantren Kebangsaan dan Madin Merdeka Nusantara menerapkan kurikulum yang berbeda dari pesantren lainnya. Hal ini menjadi bagian dari upaya meneruskan perjuangan Mbah Kyai Ageng Raden Hasan Mimbar,” ungkapnya.
Ia pun berharap para lulusan mampu terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam bidang keilmuan, akhlak, maupun pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Sementara itu, sambutan Bupati Tulungagung yang diwakili Camat Kedungwaru menyampaikan apresiasi atas peran pesantren dalam mencetak generasi muda yang religius, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan.
Pemerintah daerah, ujarnya, mendukung keberadaan pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ketua Umum Yayasan Bintang Nusantara Abadi Indonesia, Dr. Raden Moh. Ali Sodik, M.Pd.I, MH, menegaskan bahwa Pesantren Kebangsaan dan Madin Merdeka Nusantara berkomitmen membentuk santri yang unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial.
Menurutnya, kelulusan Angkatan IV bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.
Kegiatan penetapan kelulusan ini diikuti santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP Negeri, MTs Negeri, SMA Negeri, SMK Negeri, hingga MAN.
Acara tersebut juga dihadiri guru pendamping, kepala sekolah, serta wali santri yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas capaian para lulusan.
Dengan kelulusan Angkatan IV Tahun 2026 ini, Pesantren Kebangsaan dan Madin Merdeka Nusantara kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi santri berkualitas, berkarakter kebangsaan, dan siap berkontribusi bagi agama, masyarakat, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.(rul)
