CB, Surabaya — Komunitas lingkungan Nowaste Surabaya bersama mahasiswa menggelar kampanye bertajuk “Bring Your Bottle Challenge” di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, Surabaya.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya mikroplastik sekaligus mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Kampanye tersebut mengajak pengunjung CFD untuk membawa botol minum pribadi sebagai langkah sederhana namun berdampak dalam mengurangi sampah plastik.
Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan sesi edukasi yang disampaikan langsung oleh tim Nowaste Surabaya mengenai dampak mikroplastik terhadap kesehatan dan lingkungan.
Pemilihan lokasi CFD Taman Bungkul dinilai strategis karena menjadi pusat aktivitas warga setiap akhir pekan.
Meski demikian, masih banyak pengunjung yang belum terbiasa membawa botol minum sendiri dan cenderung menggunakan plastik sekali pakai. Kebiasaan tersebut dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya limbah plastik yang sulit terurai.
Untuk menarik perhatian publik, panitia menghadirkan berbagai media edukasi seperti poster visual tentang mikroplastik, banner informasi, hingga contoh produk ramah lingkungan berupa botol minum reusable.
Pengunjung yang berpartisipasi juga mendapatkan apresiasi berupa tas kain dan stiker bertema lingkungan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan bebas plastik.
Melalui pendekatan visual dan interaksi langsung, masyarakat diperkenalkan pada fakta ilmiah terkait mikroplastik.
Hasil wawancara singkat dengan pengunjung menunjukkan bahwa sebagian besar belum memahami dampak mikroplastik, termasuk temuan partikel mikroplastik dalam ASI maupun pada ibu hamil.
Informasi ini dinilai membuka wawasan baru bagi masyarakat mengenai risiko mikroplastik yang dapat masuk ke tubuh melalui makanan, udara, dan minuman.
Dosen pendamping kegiatan, Herlina Suksmawati, menegaskan bahwa kampanye ini tidak hanya berhenti pada edukasi sesaat, tetapi diharapkan mampu membentuk kesadaran kolektif masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun literasi lingkungan di ruang publik. Harapannya, masyarakat tidak hanya memahami bahaya mikroplastik, tetapi juga mulai mengubah kebiasaan sehari-hari secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok, Kirana Laili Nur Fitria, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang dengan pendekatan partisipatif agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima masyarakat.
“Kami ingin mengajak masyarakat terlibat langsung, bukan hanya sebagai audiens. Dengan langkah sederhana seperti membawa tumbler, kita bisa berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik,” katanya.
Respons pengunjung terhadap kegiatan ini terbilang positif. Sejumlah warga mengaku memperoleh pengetahuan baru tentang bahaya plastik sekali pakai dan pentingnya beralih ke penggunaan botol minum yang dapat digunakan ulang.
Mereka juga berharap kampanye serupa dapat diperluas dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap kesadaran publik terhadap isu lingkungan, khususnya mikroplastik, semakin meningkat. Kampanye ini juga diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, serta memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam upaya pengurangan sampah plastik secara berkelanjutan.
(Penulis: Herlina Suksmawati Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)
