Miris, Jalan Cor Yang ‘Didanai’ Dana Desa di Dusun Sendang Bedok Amburadul

CB,TULUNGAGUNG – Anggaran besar yang digelontor  pemerintah melalui Dana Desa, ternyata belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Padahal, jelas sudah, pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah.

Bahkan tak hanya gelontoran dari pemerintah pusat saja, yakni bantuan Pemerintah Kabupaten/Kota yang bertujuan untuk memaksimalkan pembangunan yang ada di desa-desa itu pun saban tahun di diberikan ke desa-desa. Namun, sungguh ironis, bila pembangunannya masih saja asal-asalan atau bahkan tidak ada wujud pembangunan.

Tak pelak,  pengecoran terkesan asal-asalan itu malah justru merugikan masyarakat. Pengecoran jalan  di dusun Sendang Bedok Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung ini misalnya, kini dikeluhkan warga. Pasalnya, dusun yang medannya cukup curam itu belum lama ini (kisaran tahun 2018, 2019 atau 2020, red) pengecoran jalan  dibiyayai dari Dana Desa itu kini kondisinya sangat memprihatinkan alias kulit cornya telah mengelupas dan batu koralnya pun banyak yang sudah keluar.

Kepada Desa (Kades) Samar saat Cahaya Baru berupaya mengkonfirmasi hal tersebut di balai desa dan lagi-lagi kades tidak ada di tempat. Namun, ironisnya, saat bendahara yang saat itu ada di balai desa malah justru malah keluar dan enggan menjawab saat akan dikonfirmasi alias terkesan ‘elergi’ dengan wartawan.

Semantara salah satu perangkat desa dikonfirmasi terlihat  bingung. Namun demikian,  perangkat desa ini mengatakan kalau jalan cor itu pihak PUPR yang membangunnya. “Seingat saya, kalau tidak salah  itu bangunan PU,” kata perangkat Desa Samar itu dengan mimik kebingungan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi via WhastApp soal pembangunan jalan cor tersebut apakah dari Dana desa dan  panjangnya serta Dana Desa tahun berapa, yakni Kades Rubik Astono justru meminta Cahaya Baru untuk datang ke kediamannya. Sebab, menurutnya, kalau via WhastApp signyalnya kurang begitu baik. Dan, apa maksudnya, yang jelas konfirmasi via WhastApp itu jelas terbaca dan ia pun membalasnya dengan baik, akan tetapi tidak pada pokok permasalahan.

“Jenengan tindak ten gubuk kula mawon pak (Anda pergi ke rumah saya saja pak),” kata Kades Samar pada Cahaya Baru via WhastApp.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *