CB, TULUNGAGUNG – Pelaksanaan Kongres Pemilihan Asprov PSSI Jawa Timur kembali dipertanyakan. Padahal kongres tersebut seharusnya sudah digelar sejak tahun 2025 lalu. Tahapan kongres bahkan sudah berjalan, namun mendadak dihentikan setelah ada surat dari PSSI Pusat.
H. Anas Sulaiman, Wakil Ketua Komite Pemilihan Asprov Jatim, membenarkan adanya penghentian proses tersebut.
“Memang betul seperti itu. Sekarang kita tinggal nunggu surat dari PSSI pusat,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Anas, dampak dari penundaan ini cukup besar. Saat ini kepengurusan Asprov Jatim masih dijabat oleh Plt. Kondisi sama juga terjadi di tingkat Askab/Askot yang masa jabatannya habis dan kini di-Plt-kan oleh provinsi.
Anas menyebut, idealnya dalam kongres tahunan PSSI Pusat yang digelar bulan-bulan ini, sudah ada agenda pembentukan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Mengingat masa kepengurusan PSSI Pusat juga hampir berakhir.
“Idealnya di bulan-bulan ini, PSSI pusat mengadakan kongres tahunan. Dan seharusnya di dalam kongres tahunan itu ada agenda pembentukan Komite Pemilihan (KP) atau Komite Banding Pemilihan (KBP),” ucapnya.
Ia menegaskan, jika dalam kongres tahunan ini PSSI Pusat tidak membentuk KP dan KBP, maka dipastikan kongres pemilihan akan molor lagi.
“Kalau nanti di kongres PSSI tahunan ini PSSI pusat tidak membentuk KP dan KBP otomatis kepengurusan akan molor lagi. Karena idealnya setelah kongres tahunan langsung kongres pemilihan. Nah kalau kongres tahun ini tidak dibentuk KP dan KBP, berarti nantinya akan ada kongres tahunan lagi yang akan membentuk KP dan KBP dulu, setelah itu baru kongres pemilihan,”jelas Anas.
Anas menambahkan, lebih dari 50 persen Asprov saat ini masih dijabat Plt. Kondisi ini berdampak langsung ke Askab dan Askot.
“Ini tentu berdampak di Askab dan Askot, yang dijabat oleh Plt juga dan sampai kapan ini belum jelas,” pungkasnya.(Khairul Anam).
