Sarat Masalah, Warga Minta Penegak Hukum Serius Tangani Desa Sidomulyo

CB, TULUNGAGUNG – Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan dan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa. Jelas sudah, penggunaan Dana Desa ini bermuara upaya pemulihan ekonomi nasional.

Namun, kenyataanya, warga masyarakat yang ada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung ini ‘tidak’ sepenuhnya bisa merasakan hasil pembangunan dari Dana Desa yang telah digelontor pemerintah itu. Pasalnya, desa yang dikelilingi hutan dan pegunungan ini minim pembangunan. Akibat minimnya pembangunan di Desa Sidomulyo ini, mereka para warga mengeluh dan meminta kepada penegak hukum serius tangani Desa Sidomulyo yang diduga sarat masalah.

“Sudah dua periode ini kades menjabat, tapi tidak ada kemajuan dan justru malah menyusahkan warganya saja. Padahal, saya pernah mendengar kalau masalah di Desa Sidomulyo ini sudah ditangani oleh penegak hukum, tapi kok aman-aman saja ya,” kata (Ry) saat dihubungi Cahaya Baru ditempat kerjanya, belum lama ini.

Jalan yang menuju pelosok desa, lanjutnya, kondisinya juga sangat memprihatinkan sekali. Sehingga pada musim penghujan jalan itu sulit dilalui bagi pengendara motor. Selain jalannya licin, batu besar yang pada menonjol dan disertai banyaknya kubangan yang menganga.

“Desa-desa tetangga itu banyak yang dicor jalannya, walaupun mutu kualitasnya kurang bagus. Tapi di desa saya kok sama sekali tidak ada ya. Caba sampeyan lewat jalan menuju Desa Penjor, dan saya yakin akan belok ditengan jalan mas,” jelasnya.

Masih kata Ry, pembangunan tower milik Telkomsel itu juga kurang transparan. Sebab, pembangunan tower diatas bengkok desa itu sendiri warga yang berdekatan malah tidak diajak rembukan dan hanya orang-orang yang dekat kades saja yang diajak rembukan.

“Tower itu sudah sangat lama dan kita-kita ini yang berdekatan tower malah tidak pernah diajak rembukan. Dan, itu kan bengkok desa, trus uangnya dikemanakan kok tidak ada transparasi sama sekali,” ujar (Ry) sembari mengatakan kalau kadesnya saat ini trucknya semakin bertambah.

Hal sama juga disampaikan (Bs), bahwa warga masyarakat Desa Sidomulyo semakin lama semakin tambah susah. Sebab, menurutnya, selain tidak peduli pada warganya, Kades Sidomulyo ini juga jarang ngantor. Sehingga, mereka para warga memiliki kades akan tetapi di desanya itu seperti tidak ada kadesnya.

“Saya siap jadi saksi kalau ada apa-apa dan nyaris semua warga disini juga semakin gerah melihat tingkah kades yang hanya memperkaya diri,” kata (Bs) seraya mengatakan kalau Kades Sidomulyo ini biasa menyelesaikan masalah cukup dengan uang.

Sementara itu, Mulyono, Kades Sidomulyo saat akan dikonfirmasi tidak ada di kantor. Namun, saat Cahaya Baru mencoba konfirmasi Sekretaris Desa (Sekdes) Sidomulyo ini terlihat kebingungan. Namun demikian, Sekdes tersebut membenarkan kalau kadesnya jarang sekali ngantor.

“Ya kalau urusan biasa cukup saya mas yang menandatangani. Tapi kalau sifatnya penting ya terpaksa kami menelponnya,” kata Sekdes kepada Cahaya Baru.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *