CB, TULUNGAGUNG – Anggota Kehormatan LSM Cakra Susetyo Nugroho dan Totok Yulianto Ketua LSM Cakra menanyakan bantuan benih jagung di Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, (03/05). Dua penggede di LSM Cakra ini mendatang Kemi Dulrahman, Kabid Pruduksi dan Pangan Dinas Pertanian setempat.
Menurut Kemi Dulraman, yakni dasar untuk mengajukan bantuan benih jagung ke provinsi itu harus ada surat usulan dari setiap kelompok tani yang ada di TulungAgung. Dengan begotu, pihaknya akan membuat surat tembusan ke Dinas Pertanian Propinsi.
Namun, menurut Susetyo Nugroho, bahwa para kelompok tani Tulungagung tahu kalau saat ini di Dinas Provinsi Jatim ada bantuan berupa benih jagung. Akan tetapi, bila pihak pertanian Tulungagung tidak memberi tahu bantuan tersebut pada kelompok tani hal ini sangat disayangkan.
“Saya sangat kecewa sekali, ketika kami menawarkan bantuan menjembatani usulan program bantuan benih jagung dari Dinas Pertanian Provinsi sebagai bentuk kepedulian pada petani. Padahal sudah kami jelaskan bahwa kami tidak akan ikut serta dalam pengadaan maupun distribusi,” kata pria yang akrab dipanggil Yoyok ini.
LSM Cakra, lanjut Yoyok, saat mumpung diberi kesempatan untuk membantu mengajukan permintaanatuan benih jagung seluas-luasnya untuk petani di Tulungagung.
“Tapi mereka malah menolak mengajukan. Padahal, syarat pengajuan adalah mencantumkan CP/CL yg hanya dinas terkait yg punya. Saya hanya menyimpulkan bahwa mereka tidak mempunyai inisiatif dalam pengajuan kecuali hanya menunggu perintah pengajuan dari dinas diatasnya atau sporadis dari kelompok tani yg dekat dengan dinas karena kelompok tani tidak tahu tentang adanya bantuan-bantuan dari dinas, kecuali hanya menerima,” jelasnya.
Hal sama juga disampaikan Totok Yulianto, yakni juga sangat kecewa terhada sikap Kabid Produksi dan Tanaman Pangan itu. “Terkait benih jagung itu, beliaunya (Kemi, red) hanya tunggu bola terkait adanya program dari Dinas Pertanian Provinsi Jatim itu. Padahal demi kesejahteraan petani kreatif dari pejabat sangat menentukan nasib para petani,” kata Totok.(Rul)
