Ketua AKD Driyorejo : Ajor Momor Gara-Gara Yuk’ Na / Hancur Lebur Gara-gara Corona

CB, Gresik – 4 Tahun menjelang akhir masa jabatan diperiode yang ketiga kalinya sebagai Kepala Desa (Kades) Banjaran kacamatan Driyorejo daerah wilayah kabupaten Gresik provinsi Jawa Timur.

Dikemas dalam artikel berita hiburan yang mendidik, seputar keluh kesah yang menjadi pengalaman dari para pejabat tinggi desa, bersama H. Kasmadi, bertempat dipendopo Desa Banjaran bersama beberapa staf dan/atau para perangkat desa sesaat sebelum waktu istirahat kerja, siang (awal/6/2021).

Cahaya Baru, atas rekomendasi dari ketua Assosiasi Kepala Desa (AKD) kacamatan Driyorejo sebelumnya iaitu Bpk. Mas’ud Kades Wedoro Anom, sesusai peranannya masing-masing yaitu dengan menyambung komunikasi dalam rangka mencapai tujuan yang maksimal dan bersinergi sebagai mitra kerja antara pers media dengan penyelenggara pemerintah.

Pada kali pertemuan awal dengan awak media, H. Kasmadi sedikit banyak telah menyampaikan point-point tentang apa yang menjadi kegiatan maupun kinerja pada akhir-akhir ini, baik kegiatan yang menjadi rutinitas pemerintah desa maupun kegiatan incidental yang berhubungan dengan AKD kecamatan Driyorejo.

H. Kasmadi, selaku ketua AKD kecamatan, pengorbanan waktu, tenaga bahkan matreil pribadi menjadi konsekuensi yang harus diterima, tuturnya santai. Anggaran dana dari iuran 16 Kades se-wilayah kecamatan Driyorejo, hanya dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan ditingkat kecamatan, sambungnya menjelaskan.

Bercermin dari figur H. Kasmadi, karakter dan/atau jiwa dari sebagian penduduk desa yang berada diwilayah kecamatan Driyorejo kabupaten Gresik, bisa jadi sangat suka sekali dengan bersenda gurau (guyon).

Mencontohkan, bila ada kegiatan yang mempertemukan dengan seluruh sejawat yaitu para Kades se-kecamatan Driyorejo, dan khususnya dengan Bpk. Mas’ud, pasti guyon tok Mas (awak media), ungkap H. Kasmadi dengan khas logat jawa yang kental pada tiap tutur kata, kepribadian yang lebih mengedepankan persaudaraan, sekaligus menjadi harapannya dalam menjalin hubungan bermitra kerja.

Sesuai dengan apa yang telah dialami oleh H. Kasmadi, baik selaku Kades maupun sebagai ketua AKD kecamatan Driyorejo pada masa Pandemi Covid-19, bahwa Desa Banjaran adalah diantara sekian banyak desa yang mendapati korban dengan berulang menerima pasien atau korban Corona dari dalam/luar kota untuk berketempatan, tuturnya.

Selain itu, Pandemi Covid-19 atau Corona juga sangat berdampak pada aspek keberlangsungan segala usaha, seperti terhentinya usaha pribadi milik saya yaitu dengan tersitanya beberapa aset usaha seperti mobil pengangkut sebagai sebab tidak dapat membayar angsurannya, ungkap H. Kasmadi.

Sambil tersenyum lesuh, namanya juga musibah, mau bagaimana lagi ya dijalani saja, ajur momor gara-gara “yuk’na” (Hancur Lebur Gara-Gara Corona), celoteh H. Kasmadi. Dipetik sebagai hikmahnya dari ungkapan polos dari H. Kasmadi yaitu ketenangan, senantiasa bertawakkal dengan sikap bijaksana dalam menghadapi hal apapun yang telah menjadi musibah.

Pada aspek yang lainnya, yaitu senada dengan Camat Driyorejo, menyoal tentang teretori wilayah yang rentan banjir, H. Kasmadi selaku ketua AKD kecamatan menuturkan bahwa sudah menjadi tradisi bila hujan deras mengguyur akan berakibat luapan air dari sanitasi yang kurang dapat menampung, akibat kurang optimalnya fungsi sanitasi juga sebagai sebabnya adalah banyak berdiri perusahaan-perusahaan.

Disinggung juga prihal CSR (Corporet Sosicial Responbility) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap lingkungan sekitar, H. Kasmadi menyampaikan bahwa pernah hanya sekali mendapatkan.bersambung.(Sub)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *