CB, TULUNGAGUNG – Maraknya Pemerintah Desa (Pemdes) di wilayah Kabupaten Tulungagung ramai-ramai membangun sebuah wisata desa, membuat Pemdes lainnya tergiur dan mereka yang belum memiliki wisata desa pun akhirnya berlomba-lomba membangun wisata desa. Tentu mereka semua bertujuan positif pula, yakni upaya untuk bisa menambah pemasukan kas desa masing-masing.
Akan tetapi, sebelum membangun tempat wisata, tentu pula kepekaan serta sikap bijak pemimpin sangat dibutuhkan. Bahkan, memilah dan memilih tempat untuk dibangun sebuah wisata inipun ‘harus’ ada pengkajian terlebih dulu dampak positif dan negatifnya terhadap lingkungan sekitar alias tidak asal membangun begitu saja.
Pemdes Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung ini misalnya, untuk mencari tambahan kas desanya, saat ini mereka telah membangun kolam renang. Namun, sungguh ironis, lokasi pembangunan kolam renang ini tepatnya di halaman Sekolah Dasar Negeri 2 Plandaan. Padahal, halaman sekolah itu masih difungsikan sebagai kegiatan rutin, yakni kegiatan upacara, tempat berolahraga serta tempat bermain siswa-siswi saat jam istirahat. Ada apakah dengan Tulungagung?
Sedangkan pembangunan kolam renang yang saat ini masih berjalan, konon pihak desa sebelumnya telah membuat surat keterangan yang ditandatangi Kepala Desa Plandaan, Fauzi Surahmad, tertanggal 8 Agustus 2016. Isi surat keterangan tersebut, bahwa tanah yang dipergunakan untuk bangunan dan sarana pendidikan SDN 2 Plandaan adalah tanah kas desa alias tanah milik Desa Plandaan, sesuai dengan buku leter C Desa Plandaan dengan Nomor 912. Dan, besar kemungkinan, atas dasar ini mereka pun akhirnya memberanikan diri membangun kolam renang itu di halaman sekolah dan yang rencananya bakal dibuat Waterboom.
Namun demikian, SDN 2 Plandaan yang memiliki luas kisaran 2550 meter persegi itu, sudah berdiri kokoh sejak Tahun 1986. Tentu pula, SDN 2 Plandaan ini adalah program sekolah Impres. Sehingga, bila menengok berdirinya sekolah tersebut, semestinya Dinas Pendidikan atau Pemerintah Kabupaten Tulungagung seharusnya bijak dalam mengambil sikap terkait masalah tersebut.
Sedangkan pihak sekolah saat dihubungi cahayabaru.id terlihat sedih dan iapun tak bisa berbuat apa-apa. Namun demikian, ia sangat berharap kepada pihak-pihak terkait bisa membuka lebar hatinya, karena dunia pendidikan sangatlah penting ketimbang kepentingan sesaat.
“Karena saya punya atasan, jadi saya langsung sowan ke UPT selaku atasan saya pas dan kemudian saya sowan ke dinas. Sehingga, semua ini saya kembalikan kepada pucuk pimpinan,” kata Kasek SDN 2 Plandaan, Rusmi, kepada cahayabaru.id belum lama ini.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Plandaan Fauzi Surahmad saat akan dikonfirmasi terkait pembangunan Waterboom di halaman sekolah itu belum berhasil ditemui. “Pak Kades barusan pulang pak,” kata seorang perangkat desa kepada cahayabaru.id, singkat.(rul/Hsu)
