CB, Bojonegoro – Jadwal pelantikan ketua DPRD masih belum ditentukan. Sebab, surat penetapan dari gubernur masih belum turun. Ketua DPRD baru akan menjabat hingga 2024 mendatang.
Sekretaris DPRD Bojonegoro Edi Susanto mengatakan, pelantikan ketua DPRD hasil pergantian antarwaktu (PAW) tetap harus menunggu surat penetapan dari gubernur. ‘’Selama surat belum turun, pelantikan belum bisa digelar,’’ katanya, minggu (02/01/2022).
Ketua DPRD akan berganti dari Imam Sholikin ke Abdullah Umar. Pengajukan surat penetapan sudah dikirimkan DPRD ke gubernur melalui Bupati. Pengumuman resmi pergantian ketua DPRD itu diumumkan pada 24 Desember lalu pada rapat paripurna.
Tahapan pergantian adalah pelantikan setelah ada surat penetapan. Proses paling lama adalah menunggu datangnya surat itu.
Abdulah Umar akan menjabat ketua DPRD hingga 2024 mendatang. Sebab, masa bhakti anggota dan ketua DPRD hanya sisa 2,5 tahun. Setelah itu dilakukan pemilihan legislatif lagi.
Pada pemilu 2019 PKB memenangkan pemilu legislatif di Bojonegoro. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan 10 kursi DPRD. Untuk itu membuat PKB berhak mendapatkan jatah kursi ketua DPRD.
Sementara itu, Abdullah Umar mengatakan, pelantikan memang masih menunggu surat resmi gubernur. Dia yakin surat penetapan itu tidak lama lagi akan turun. ‘’Saya juga tidak tahu kapan,’’ katanya terpisah.
Umar memastikan sudah siap mengemban amanah baru itu. Dia berjanji akan mengawal semaksimal mungkin semua program program pembangunan.(hms/aj)
