Sering ‘Lakukan’ Tarikan, SMK 1 Boyolangu Didemo Ratusan Siswa

CB, TULUNGAGUNG-Gubernur Jawa Timur, (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, pernah memberi himbauan kepada pihak sekolah se-Jatim untuk tidak melakukan tarikan dengan dalih apapun. Namun, kenyataan, himbauan Gubernur Jatim ini terkesan diabaikan oleh pihak sekolah.

Terbukti, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Boyolangu Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung ini misalnya, ditengarai sering lakukan pada siswa-siswinya dengan dalih untuk pembangunan parkir dan renovasi ruang sekolah. Namun kenyataannya, tarikan hingga kali kedua itu tidak pernah terwujud soal pembangunan itu.

Dan, mereka para siswa kelas 12, untuk kali pertama telah dimintai sumbangan sejumlah Rp.800.000 dan yang kedua dimintai sumbangan lagi Rp.800.000, yakni dengan total Rp.1.600.000. Namun ironisnya, renovasi maupun tempat parkir itu hingga kini tak pernah terwujud alias diduga semua itu hanya akal-akalan saja.

Dan, usai lakukan demo dengan teman-temannya, Mohammad Saiful Rohman kelas 12 SMK 1 Boyolangu ini sangat sesalkan soal sumbangan tarikan yang dianggapnya memberatkan orang tuanya itu. Apalagi, tarikan yang dianggap nilainya cukup besar itu tak ada wujud pembangunan yang pernah disampaikan oleh pihak sekolah.

“Sumbangan yang katanya untuk membangun tempat parkir dan renovasi ruang kelas itu sampai sekarang belum pernah ada wujudnya. Terus uang sumbangan itu dikemanakan,” tanya Saiful.

Bahkan, lanjut Saiful, sebelum lakukan demo dengan ratusan temannya itu, yakni sebelumnya (Sabtu 3 September 2022, red) orang tua siswa SMK 1 Boyolangu telah melakukan aksi protes pada pihak sekolah. Mereka, para orang tua, merasa keberatan adanya sumbangan yang dianggap memberatkan itu. Mengingat, perekonomian mereka belum stabil dampak dari Covid-19 dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) itu.

“Sebenarnya Sabtu kemarin orang tua kami sudah protes keberatan soal tarikan itu, tapi itu diabaikan,” kata Saiful saat berbincang-bincang di kantin SMK 1 Boyolangu ini dengan nada kecewa.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kasek) SMK 3 Boyolangu saat akan dikonfirmasi belum berhasil ditemui. “Saat ini ibu masih ada rapat dengan polisi dan komite,” kata seorang guru kepada Cahaya Baru.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *