CB, TULUNGAGUNG – Badan Zakat Nasional (Baznas), Kabupaten Tulungagung, Selasa (13/06), menggelar acara menyalurkan program pendayagunaan zakat Tahun 2023 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.
Dan, hingga bulan Mei 2023, Baznas Tulungagung telah mampu mengumpulkan 2.3 milyar zakat dan infaq dari masyarakat, yakni dari target 5 milyar di Tahun 2023 dengan perolehan tertinggi Baznas dari ASN Dinas Pendidikan setempat.
Dalam acara penyaluran program tersebut, Ketua Baznas Kabupaten Tulungagung KH Samsul Humam menyampaikan, ada berbagai pendapat tentang besarnya zakat yang dipungut dari gaji pokok, mulai dari 2,5%, 5% 7,5% hingga 10%. Namun demikian, Baznas mengikuti pendapat ulama yang 2,5 persen dari gaji pokok. Dengan demikian, di Kabupaten Tulungagung diberlakukan 2,5 persen.
“Alhamdulillah hari ini Baznas menyalurkan bantuan senilai 1,3 milyar kepada yang berhak menerima, diantaranya untuk guru honorer,” kata KH Samsul Humam kepada Cahaya Baru di Pendopo Kongas Arum Kusumoning Bongso, Selasa (13/06).
Menurut pria murah senyum ini, kisaran 105 guru yang mendapat manfaat, 80 dibawah naungan Kemenag dan 25 di Dinas Pendidikan, 170 guru TPQ, guru Madin, Marbot, Dai dan Daiyah.
Tak hanya para guru, bantuan tersebut juga dibagikan pada siswa-siswi tingkat SD sejumlah 201 siswa, dilingkungan Kemenag 67 serta dibawah Dinas Pendidikan sebanyak 134 siswa. Swdangkan untuk tingkat SMP sejumlah 200 siswa, yakni terdiri dari di Kemenag 63 dan 137 Dinas Pendidikan.
Pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Mia yang berada di Desa Moyoketen Kecamatan Boyolangu ini juga menyampaikan kan, ada berbagai kalangan yang rencananya akan menerima penyaluran dari Baznas. Dan, menurutnya, persiapan program satu rumah satu sarjana dimana ada 80 mahasisswa yang terpilih.
Bagi warga yang hidup sebatang kara juga mendapat bantuan dari Baznas senilai 300 ribu untuk 200 orang sampai meninggal dunia.
Selain bantuan peralatan kesehatan senilai 4 juta untuk 2 SD, Baznas juga ikut serta menggerakkan ekonomi daerah dengan memberikan bantuan modal kepada UMKM sejumlah 120 warga penerima seperti pedagang kaki lima dan pedagang sayur keliling (etek).
“Kami akan terus berusaha mengembangkan Baznas ini, agar zakat ataupun infaq bisa tersalurkan dan bermanfaat,” katanya.
Berbagai upaya juga akan terus dilakukan oleh Gus Samsul agar Baznas Tulungagung lebih baik. Karena awalnya Baznas Tulungagung menjadi rujukan kabupaten lain meski saat ini disalip oleh kabupaten Trenggalek.
Ditempat yang sama, Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM mengapresiasi acara yang digelar oleh Baznas ini. Karena, menurut bupati, selama ini Baznas telah menghimpun zakat di berbagai lembaga dan didistribusikan sesuai aturan syariat Islam.
“Saya mengapresiasi acara ini semoga tercatat sebagai amal yang baik dan berharap Baznas juga bisa membantu masyarakat secara ekonomi dan sosial,” kata bupati dalam sambutannya.
Mantan Sekda Tulungagung ini juga menyampaikan, yakni awal penghimpunan zakat terfokus pada orang yang tidak mampu. Dan, sesuai perkembangan zaman Baznas bisa membantu untuk pendidikan, sosial bahkan beasiswa. Bupati pun berharap, para ASN untuk terus membantu Baznas, agar Baznas Tulungagung bisa lebih berperan dalam membantu masyarakat.
“Terbukti, Baznas bisa memberikan bantuan bedah rumah, renovasi masjid serta lainnya, dan yang ditangani betul-betul holistic menyentuh langsung masyarakat,” jelas bupati.
Sementara itu, selain dihadiri Bupati Maryoto Birowo, acara menyalurkan program pendayagunaan zakat ini juga dihadiri Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Sekda Tulungagung, Kapolres Tulungagung, Komandan Kodim 0807 Tulungagung, Kajari Tulungagung, Ketua Pengadilan Tulungagung, Kepala OPD, BUMN serta ratusan tamu undangan.(Hsu)
