CB, TULUNGAGUNG-Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tulungagung gencar melaksanakan sejumlah proyek penanganan jalan rusak. Dan, total keseluruhan penanganan proyek yang bersumber dari APBD, APBN dan DAK pemerintah Pusat tersebut capai sepanjang 114,504 Kilometer.
Sedangkan pekerjaan proyek ini sendiri telah dilaksanakan sejak April hingga Mei 2024. Selain itu, pelaksanaan jalan rusak ini sendiri sudah sesuai dengan anggaran yang ada. Hal itu yang disampaikan Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Dwi Hari Subagyo.
Dwi Hari juga menyampaikan, anggaran itu telah digunakan untuk pembangunan jalan di dua titik dengan total biaya sebesar 472.159.100 rupiah dan bersumber dari APBD.
Sedangkan di dua titik ini, yakni untuk pembangunan Jalan Ruas Jalan Desa Blendis sepanjang 0,246 km dengan besaran biaya 288.041.600 rupiah dan Pembangunan Jalan Ruas Jalan Kepuh – Wonorejo sepanjang 0,270 km dengan biaya sebesar 184.117.500 rupiah dengan sumber dana APBD.
“Selebihnya ada beberapa rekonstruksi jalan yang telah selesai kita kerjakan,” kata Dwi Hari seraya mengatakan untuk pelaksanaan rekonstruksi jalan ini volumenya mencapai 13,757 km dengan total biaya sebesar 24.412.982.294 rupiah.
Sedangkan untuk proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), tambah Dwi Hari, diantaranya untuk penanganan long segment ruas jalan Bungur – Kedoyo dengan volume 5,729 km, sebesar 11.111.584.000 rupiah.
Penanganan Long Segment Ruas Jalan Besuki – Sawentar dengan volume 1,247 km sebesar 2.419.354.839 rupiah. Penanganan Long Segment Ruas Jalan Cuwiri – Jetaan dengan volume 0,855 km sebesar 6,493,840,000 rupiah.
Penanganan Long Segment Ruas Jalan Cuwiri – Pagerwojo volume 2,941 km sebesar 5,400,000,000 rupiah. Penanganan Long Segment Ruas Jalan Jepun – Sanggrahan, volume 4,205 km, sebesar 5.400.000.000 rupiah.
Penanganan Long Segment Ruas Jalan Ngunggahan – Sukoanyar, volume 4,504 km, sebesar 7.094.211.301. Penanganan Long Segment Ruas Jalan Sumberdadap – Ngampon dengan volume 1,306 km, sebesar 2.534.211.860.
“Jadi untuk alokasi rekonstruksi jalan juga telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan bersumber dari APBD,” bebernya.
Dwi Hari juga menjelaskan, rekonstruksi jalan yang dimaksud diantaranya ruas Jalan Babadan – Persilan sepanjang 0,157 km, menelan biaya 184.117.500 rupiah. Ruas Jalan Desa Suruhan Lor sepanjang 0,183 km dengan anggaran 183.867.000 rupiah.
Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Desa Tulungrejo Kecamatan Besuki sepanjang 0,708 km dengan biaya 828.236.500 rupiah. Ruas Jalan Kradinan – Gondanggunung, sepanjang 0,424 km dengan biaya 495.656.000 rupiah.
Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Lingkar Segawe sepanjang 1,642 km, dengan menelan biaya sebesar 1.920.082.500. Ruas Jalan Nusamba (MTS ke Utara), Ruas Jalan Mastrip Gg. I dan Ruas Jalan Desa Jarakan sepanjang
0,930 km menelan biaya sebesar 996.572.500 rupiah.
Selanjutnya, untuk Ruas Jalan Pakisrejo – Winong sepanjang
1,177 km sebesar 2.282.791.500 rupiah. Ruas Jalan Picisan – Nyawangan sepanjang 1,150 menelan anggaran sebesar km 1.536.400.000
Rupiah.
Rekonstruksi Jalan Ruas Jalan Tegalrejo – Tanen sepanjang 0,787 km, menelan anggaran sebesar 920.003.000 rupiah. Ruas Jalan Tugu – Nglutung sepanjang 0,157 km dengan anggaran sebesar 184 117.500 rupiah.
Untuk Ruas Jalan Tumpakmergo – Brumbun sepanjang 1,287 km menelan anggaran sebesar 2,496,136,500 rupiah. “Selain itu ada yang dialokasikan untuk pemeliharaan jalan yang anggarannya bersumber dari APBD juga,” jelas Dwi Hari.
Pemeliharaan berkala jalan ini nilai anggaran totalnya mencapai 41,134,202,500 rupiah dengan panjang jalan 29,584 km. Iapun juga merinci pemeliharaan jalan berkala yang telah dilaksanakan pada TA 2004 ini, diantaranya Jalan Desa Beji dan Desa Sumberdadi sepanjang 2,948 km, dengan anggaran sebesar 2.208.052.000 rupiah.
Kemudian, pemeliharaan berkala Jalan Desa Junjung dengan panjang 0,245 km dengan biaya 184.029.300 rupiah. Untuk Jalan Desa Mojoagung sepanjang 1,003 km menelan biaya sebesar 643.926.000 rupiah.
Selanjutnya, ruas Jalan Desa Bandung sepanjang 1,720 km dengan anggaran sebesar 1.104.496.800 rupiah. Ruas Jalan Desa Ngrance sepanjang 0,408 km, sebesar 552.015
000 rupiah.
Untuk pemeliharaan Berkala Jalan Ruas Jalan Kepuhrejo – Batokan sepanjang 2,179 km menghabiskan anggaran 1.632.071.000 rupiah. Ruas Jalan Mojoarum – Sidem sepanjang 0,969 km, menghabiskan anggaran sebesar 1.440.004.500 rupiah.
Pemeliharaan Berkala Jalan Ruas Jalan Perkotaan Tulungagung dan Ruas Jalan Desa Pucung Lor sepanjang 2,866 km, menelan anggaran sebesar 1.839.972.000 rupiah. Ruas Jalan Selorejo – Sumberingin sepanjang
0,568 km dengan anggaran sebesar 1.152.022.500 rupiah.
Untuk pemeliharaan berkala Jalan Ruas Jalan Tawing – Gondosuli dengan panjang 0,897 km, menelan anggaran sebesar 576.002.400 rupiah. Ruas Jalan Tawing – Kendal dan Desa Tanggulwelahan dengan panjang 0,716 km menelan biaya sebesar 459.993.000 rupiah.
“Untuk pelebaran jalan menuju standar di satu titik juga telah selesai dikerjakan tahun ini,” terangnya.
Dwi Hari menambahkan, untuk pelebaran jalan menuju standar yang dimaksud ada diruas jalan Gempolan sepanjang 0,284 km, dengan anggaran biaya sebesar 184.200.900 rupiah. “Disamping itu yang ditangani 4 UPT berupa pemeliharaan rutin jalan mencapai 60 kilometer,” katanya.
Dwi Hari juga menegaskan, bahwa penggunaan anggaran di PUPR yanh secara terbuka disampaikan ini sebagai bentuk keterbukaan informasi publik. “Tidak ada yang kami tutup-tutupi,” ungkapnya.
Sementara itu, total panjang jalan di Kabupaten Tulungagung sesuai SK Bupati adalah 1.775.205 kilometer dengan jumlah ruas jalan sebanyak 1.024 ruas jalan, dan presentase Kondisi Jalan Mantap sebesar 74,81 persen.
Masih kata Dwi Hari, untuk penanganan jalan tahun 2024 yang bersumber dari APBD sepanjang 104,56 Km dengan rincian panjang jalan yang dibangun sepanjang 0,516 Km, Rekonstruksi Jalan 13,757 Kilometer, Pemeliharaan Berkala Jalan 29,584 Kilometer, Pelebaran Jalan Menuju Standar 0,284 Kilometer, Rehabilitasi Jalan 0,423 Kilometer serta Pemeliharaan Rutin Jalan sepanjang 60 Kilometer.
“Untuk anggaran yang bersumber dari APBN, diperuntukkan penanganan Inpres Jalan Daerah sepanjang 9,940 kilometer,” jelas Dwi Hari.(Hsu)
