Grand Opening Omah Lawasan Dibanjiri Pengunjung, Dimas Gobang: Omah Lawasan Ini Semoga Bisa Menjadi Titik Kumpul Untuk Semua Kalangan

CB, TULUNGAGUNG – Rasa penasaran masyarakat atas sebuah bangunan di utara rel kereta api Kelurahan Bago, Kecamatan/Kota Tulungagung, tepatnya 200 meter di utara lampu merah “bis nggoling” akhirnya terjawab. Bangunan dengan nuansa klasik “Omah Lawasan” menggelar grand opening untuk mengawali kegiatannya.

Tak pelak, pecinta kuliner makanan ringan, berbagai jenis kopi dan aneka minuman terbaru yang lagi trending saat ini disediakan untuk masyarakat untuk segala usia. Dengan konsep angkringan dan resto, Ia bisa dinikmati sambil santai dengan keluarga maupun relasi kerja.

Dengan nama “Lawasan” angkringan itu didesain dengan 2 bangunan joglo utama menggunakan bahan kayu jati rumah lama (lawas) dan pernak pernik bangunan tempo dulu. Hal itu menambah nuansa klasik dipadukan dengan desain modern sehingga suasana tempat itu semakin nyaman untuk dikunjungi.

“Lawasan didesain untuk semua kalangan. Bisa untuk anak muda mudi, mahasiswa, mengajak keluarga, pertemuan bisnis dengan harga yang relatif terjangkau,” ujar owner Lawasan, Dimas Gobang Pujangga saat ditemui disela-sela acara grand opening, Juma (28/06) malam.

Menurut pria yang memiliki dua anak ini, yakni rumah makan ataupun angkringan dengan konsep seperti Lawasan memang sudah ada lebih dulu di Tulungagung, namun di Lawasan Ia menambah sentuhan masakan lama untuk penggemar masakan tradisional saat makan siang. Dan saat malam hari, Lawasan juga menghadirkan konsep angkringan untuk anak anak muda.

Pria yang akrab disapa Mas Gobang itu juga mengatakan, Lawasan akan menjadi semacam brand untuk merujuk sebuah tempat dengan bangunan dan konsep yang menyediakan masakan tradisional dipadukan dengan masakan masa kini.

“Kami menghadirkan konsep seperti ini untuk menambah keragaman dan nuansa kuliner di Tulungagung menjadi daerah yang layak dikunjungi,” jelasnya.

Dari hasil pantauan media ini di lokasi, grand opening itu dihadiri oleh ratusan orang dengan silih berganti datang sejak pukul 4 sore hingga 9 malam. Bahkan beberapa menu yang awalnya disediakan lebih ternyata habis lebih awal.

Sementara itu, salah satu pengunjung Binti Mutia mengatakan, sebelum grand opening dirinya sudah mengetahui bangunan itu dari perbincangan di media sosial dan melihat langsung saat pembangunan. Meski saat itu masih tertutup namun sudah nampak seni bangunan itu.

“Menurut saya tempat ini rekomended, karena lokasinya yang strategis dan desainnya yang bagus membuat kita betah,” kata Binti, warga Desa Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol ketika ditemui media saat menikmati hidangan yang dipesannya itu..(khairul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *