CB, TULUNGAGUNG- Antusias ratusan warga saat ritual jamasan pusaka Kanjeng Kiai Golok di Bumi Kamardikan Majan, Tulungagung, tak bisa dibendung. Dan, acara tersebut berlangsung di serambi Masjid Agung Al-Mimbar Bumi Kamardikan Majan, Senin (16/09) malam.
Selain dihadiri ratusan warga Majan dan sekitarnya, jamasan yang bersamaan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Jadi Majan ke-297 ini juga dihadiri tiga pilar pemerintahan.
Bahkan, tiga pilar inipun terlihat antusias saat menyaksikan ritual jamasan pusaka Kiai Golok yang sudah dilakukan secara turun temurun.
“Kami hanya meneruskan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur, yaitu memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan acara jamasan pusaka,” kata Ketua Yayasan Sentono Dalem Majan (Yasendam), Raden Ali Sodiq, Senin (16/09) malam.
Tradisi jamasan pusaka Kanjeng Kiai Golok, tambah Raden Ali, adalah bagian tak terpisahkan dari rangkaian acara. Ia menceritakan bahwa Mbah Khasan Mimbar menerima perintah dari Eyang Pakubuwono II, Raja Mataram, pada tahun 1727 untuk menyebarluaskan agama Islam di Kadipaten Ngrowo.
“Pada masa itu, menyebarkan agama Islam bukanlah hal yang mudah karena harus menghadapi tradisi yang sudah lama ada di masyarakat. Kiai Khasan Mimbar harus beradaptasi dengan budaya masyarakat agar mereka secara perlahan mau menerima Islam,” jelasnya.
Hingga saat ini, imbuhnya, pusaka Kiai Golok masih terjaga dan masuk dalam kategori cagar budaya. Kiai Golok, yang merupakan seorang ulama, berhubungan erat dengan Kiai Upas yang lebih berfokus pada pemerintahan. Meskipun keduanya berasal dari keluarga Majan, mereka memiliki peran dan kontribusi masing-masing.
“Saya berterima kasih kepada pemerintah yang terus melestarikan adat dan tradisi di Tulungagung. Semoga acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Jadi Kasepuhan Perdikan Majan ke-297 ini dapat memotivasi generasi muda untuk menghargai perjuangan para leluhur dalam menyebarkan agama Islam,” jelasnya.
Raden Ali menambahkan, yakni tahun ini peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Jadi Kasepuhan Perdikan Majan ke-297 mengusung tema yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Dan, tema besar untuk acara ini mencakup seni, budaya, religi, wisata, dan olahraga, menggambarkan keanekaragaman dan kekayaan budaya yang ada di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru.
Penulis:
Kalis Suryoko
