CB, Tolitoli – Pangkalan LPG 3 kg milik Opi, yang beroperasi dengan nama pangkalan Toko Mitra Usaha di Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang, kembali memicu kemarahan warga. Diduga, pemilik pangkalan menerapkan aturan sewenang-wenang demi keuntungan pribadi, mengabaikan hak masyarakat miskin yang berhak mendapatkan gas bersubsidi.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa Opi mewajibkan penduduk sekitar untuk menggunakan kupon dalam antrean, sementara warga dari luar justru bebas membeli tanpa antre—asalkan mereka berlangganan WiFi yang dikelola Opi. Praktik ini memicu kecaman keras, terutama dari masyarakat miskin yang bergantung pada gas bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Apa gunanya antre kalau ada yang bisa langsung beli hanya karena langganan WiFi? Ini jelas permainan yang merugikan masyarakat kecil,” ujar Nurlela, warga sekitar yang kesal dengan sistem yang diterapkan pangkalan tersebut.
Tak hanya aturan yang tidak adil, Opi juga diduga menjual LPG 3 kg dengan harga hingga Rp30.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Lebih parahnya lagi, saat terjadi keributan, Opi malah menutup tokonya—diduga untuk menimbun gas guna dijual kembali ke pengecer dengan harga lebih tinggi.
Kehadiran seorang oknum Bhabinkamtibmas di lokasi yang seharusnya menengahi situasi malah tak membawa solusi. Warga menyaksikan sendiri bagaimana polisi tersebut hanya menjadi penonton tanpa mengambil tindakan tegas terhadap praktik curang yang terjadi di depan matanya. Alih-alih merasa takut, Opi justru semakin bersikap arogan, bahkan berteriak lantang, “Biar ada wartawan, saya tidak takut!”
Pernyataan ini semakin memperkuat dugaan bahwa pemilik pangkalan merasa kebal hukum, meskipun telah berkali-kali mendapat teguran dari aparat.
Masyarakat Desa Kalangkangan mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tolitoli, Pertamina, serta aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pangkalan LPG Toko Mitra Usaha.
“Jika ini terus dibiarkan, maka para pemilik pangkalan lain bisa ikut bermain curang. Gas bersubsidi bukan untuk dipermainkan, tetapi untuk membantu rakyat kecil!”. (Ksr)
