Bupati OKU, H. Teddy Meilwanysah Bersama Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo Resmikan Kebun SSO Dan Serahkan Bantuan 4 Traktor Ke Kelompok Tani

CB. Baturaja OKU — Kapolres OKU AKBP Endro Wibowo, S.I. K., M.A.P., dalam sambutannya menjelaskan bahwa Perintah Kapolri harus mengoptimalkan untuk mendukung program pemerintah pada program ketahanan pangan, serta mendapatkan tugas untuk mengawal petani jagung, maka dari itu pada hari ini, Rabu (31/12/25) kita meresmikan Kebun ketahanan pangan polres OKU Sebimbing Sekundang (SSO) serta dengan menggerakkan kelompok tani dari binaan polres OKU yang ada di Tegal arum yang di ketuai oleh pak Eko, dan telah mendapatkan bantuan dari Kementrian Pertanian berupa Traktor R4 yang sebentar lagi akan diserahkan kepada empat kelompok tani.

4 kelompok tani tersebut adalah : 1). Sehati yang diketuai Sahrudin dengan hasil 10 ton Jagung, 2). BrataSena ketuanya Sadiman, 3). Harapan Baru ketua Budiman, dan yang ke Empat Sukses Bersama yang diketuai oleh Bambang Suroto.

Di Akhir Sambutannya Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., memohon Doa semoga polres OKU kedepannya bisa lebih baik lagi dalam melayani masyarakat Oku, dan selalu mendapat kebaikan dari Allah SWT, harpnya.

Sedangkan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H. Teddy Meilwansyah, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres OKU beserta jajaran atas inisiatif menghadirkan Taman Sebimbing Sekundang OKU (SSO) sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Bupati, keberadaan Taman SSO yang ditanami beragam jenis sayuran memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai sumber pangan alternatif, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dalam membangun kemandirian pangan di tingkat lokal.

banner 160×600
Ia menilai, taman tersebut dapat menjadi pemicu tumbuhnya kebiasaan baru di tengah masyarakat, yakni budaya gemar menanam dan memanfaatkan lahan terbatas secara produktif.

“Pemanfaatan lahan tidak harus menunggu areal yang luas. Pekarangan rumah, halaman kantor, bahkan lahan sempit sekalipun bisa diolah untuk menanam atau beternak melalui konsep urban farming,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Taman SSO Polres OKU diharapkan menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, hingga masyarakat umum untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia di sekitar lingkungan kerja dan tempat tinggal masing-masing.

Ia menambahkan, penggabungan konsep pertanian dengan estetika taman akan menciptakan nilai tambah, sehingga selain produktif juga memberikan keindahan dan kenyamanan lingkungan.

“Ini bukan sekadar menanam, tetapi juga menciptakan ruang hijau yang fungsional. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat OKU untuk memulai dari hal kecil, dari rumah dan kantor masing-masing. Jika dilakukan bersama-sama, dampaknya akan sangat besar bagi ketahanan pangan daerah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati OKU juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian berupa empat unit traktor, mesin pemipil jagung, mesin pengering jagung, serta benih jagung dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada kelompok tani binaan Polres OKU.

Bupati pun menyatakan optimisme bahwa Kabupaten OKU memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah penyangga lumbung pangan nasional, dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, sektor swasta, dan para petani.

“Dengan sinergi dan kebersamaan, saya yakin OKU mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., menjelaskan bahwa pembangunan Taman SSO merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri agar seluruh aset lahan milik Polri dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan.

“Kami mengelola lahan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dan Asta Cita Presiden RI,” ujar Kapolres.

Ia mengungkapkan, saat ini Taman SSO difokuskan pada produksi sayuran seperti bayam dan kangkung, mengingat tanaman jagung dan kacang-kacangan sebelumnya kerap mengalami gangguan hama monyet.

Selain itu, Polres OKU juga menyiapkan personel Bintara dengan kompetensi khusus di bidang pertanian untuk melakukan pengelolaan, pemantauan, serta analisis terhadap tanaman yang dikembangkan di Taman SSO.

“Dengan pendampingan yang tepat, kami berharap taman ini terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Kapolres.(TomiJambul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *