Tangan Kiri Ali Khamenei

Oleh: Sunarwoto (wartawan senior)

BAKDA salat tarawih kemarin malam, saya bergegas menemui sahabat lama, Aris Sudanang di “Caffe Semesta” Tulungagung. Ngopi bareng sembari ngobrol tipis-tipis tentang berita kekinian; Perang Iran vs AS-Israel. Sekarang memang lagi ramai orang membincang perang Iran vs AS-Israel, yang diestimasikan bakal jadi pemantik Perang Dunia III.

Obrolan awalnya dari foto status WA milik Aris Sudanang yang memasang sosok Ayatullah Ali Khamenei, tokoh penting Iran yang 28 Februari 2026 meninggal akibat serangan rudal yang dilancarkan tentara Amerika Serikat (AS)-Israel. “Gambar statusnya keren bos Aris. Sosok Ayatullah Ali Khamenei yang kini lagi trending,” ucap saya.

Dengan tersenyum manis Aris menjawab, “Idola. Tangan kanannya hilang. Kena bom saat perang melawan Irak. Makanya kalau dada-dada dengan rakyat atau pengagumnya, Ayatullah Ali Khamenei selalu pakai tangan kiri.” Dari kalimat pengakuan itu,  Aris Sudanang selain mengidolakan Ali Khamenei menandakan dirinya juga memihak Iran. Bukan AS, apalagi Israel.

“Tapi, saya bukan syiah low,” tutur Aris Sudanang yang kini menjabat Direktur Radar Tulungagung dengan menyeruput kopi. Mendengar maklumat itu saya tersenyum. Rupanya, sahabatku Aris masih “takut” dengan sekat madzab. Takut lain melebeli dirinya Syiah.

“Kalaupun beneran Syiah juga nggak apa-apa kok bos Aris,” ledek saya.  “Islam Sunni dan Syiah itu tauhid-nya sama. Sahadatnya tak beda. Tak wajib dipertentangkan. Kalau kita bela Iran, tak berarti kita jadi Syiah. Juga kalau kita bela agresor, tak jadi Amerika-Israel pasti Sunni,” tambah saya.

Mendengar celoteh saya itu Aris tersenyum. “Betul itu Cak Wot,” ucap Aris.

“Kalau Sunni dan Syiah bisa bersatu,  sungguh Islam akan sangat kuat. Dan itu sangat ditakuti oleh AS dan Israel. Apalagi ditambah Islam Kejawen, oh bisa tambah kejang-kejang AS-Israel. AS-Israel itu paling takut dengan “santhet” jawa. Tidak terlihat seperti rudal dan drone, tapi “santhet” itu daya bunuh lawan sungguh sangat nggegirisi,” canda saya.

Seketika Aris Sudanang tertawa. “Hahaha…, Cak Wot ini ada-ada saja,” ucap Aris lalu menyantap “Chicken Salad”, menu maak nyusss milik Caffe Semesta Tulungagung. Tak berselang kemudian Aris Sudanang membincang “Siaga Satu” pernyataan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

“Siaga Satu ini tidak main-main lo cak. Saya menangkap bahwa perang ini dampaknya sangat luar biasa bagi masyarakat dunia. Bakal terjadi amat serius krisis energi dan krisis pangan yang berkepanjangan. Makanya mulai sekarang kita harus punya stock pangan berlebih,” kata Aris.

Kekhawatiran dan kecemasan kini memang sedang melanda masyarakat dunia. Khususnya mereka yang tinggal di perkotaan. Untuk warga yang tinggal di pedesaan, ancaman krisis pangan itu tidak jadi masalah besar. Warga pedesaan bisa ngramban, ngrowot, makan seadanya,  atau bisa berpuasa. Alih-alih melanjutkan puasa Ramadhan.

“Tapi, dampak krisis energi (minyak dan gas) itu yang sangat berbahaya. Segala bentuk aktifitas manusia bisa terhenti. Dunia bakal dalam kegelapan. Oh, ngeri,” tambah saya. Untuk itulah semua umat manusia, tidak peduli Sunni, Syiah, dan Kejawen kini wajib berdoa; memohon perang Iran vs AS-Israel segera berakir. Aamiin. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *