CB, Lamongan – Suasana hari pertama sekolah di berbagai penjuru Kabupaten Lamongan tampak berbeda dan lebih berwarna tahun ini. Di tengah riuh rendah tawa dan kecemasan khas siswa baru, hadir sosok-sosok kokoh berseragam loreng dengan senyum ramah yang meneduhkan. Mereka adalah para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari jajaran Kodim 0812/Lamongan.
Secara serentak, para ksatria pelindung teritorial ini turun langsung ke sekolah-sekolah di wilayah tugas mereka guna mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Bukan dengan ketegangan militer, melainkan dengan pendekatan humanis penuh kekeluargaan, para Babinsa memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) serta melatih dasar-dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada ribuan siswa-siswi baru, selasa (14/07/2026).
Di dalam ruang-ruang kelas yang masih beraroma cat baru, para Babinsa tidak sekadar menyampaikan materi doktriner yang kaku. Dengan metode interaktif, mereka mengajak para siswa berdiskusi, bernyanyi lagu kebangsaan, hingga menyelipkan kuis-kuis berhadiah menarik tentang sejarah perjuangan bangsa.
”Kami ingin adik-adik kita memahami bahwa mencintai tanah air itu sederhana. Dimulai dari menghormati guru, menyayangi teman tanpa memandang perbedaan, dan belajar dengan tekun. Mereka adalah pemilik masa depan bangsa ini,” ujar Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, S.I.P., M.Han., Dandim 0812/Lamongan dalam keterangannya secara terpisah.
Melalui pendekatan yang menyentuh hati ini, nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan tidak lagi menjadi hafalan mati, melainkan menjelma menjadi prinsip hidup yang menyenangkan untuk dijalani oleh para generasi Z dan Alpha ini.
Langkah Tegap, Disiplin yang Membakar Semangat juga di terapkan di lapangan sekolah, terik matahari Lamongan tidak menyurutkan semangat para siswa saat diajak berbaris. Di bawah bimbingan sabar para Babinsa, langkah-langkah kaki yang semula ragu dan tidak beraturan perlahan-lahan berubah menjadi derap langkah yang kompak dan berenergi.
Latihan PBB ini didesain bukan untuk menciptakan kepatuhan buta, melainkan untuk melatih Konsentrasi dan fokus dalam menyerap pelajaran. Kekompakan (esprit de corps) agar saling peduli antarteman.Ketahanan mental dan fisik dalam menghadapi tantangan baru di jenjang sekolah yang lebih tinggi.
Peluh yang bercucuran di dahi para siswa kerap kali diselingi gelak tawa saat ada yang salah melangkah, yang kemudian dikoreksi oleh Babinsa dengan tepukan hangat di bahu dan candaan segar yang mencairkan suasana.
Inisiatif serentak dari Babinsa jajaran Kodim 0812/Lamongan ini mendapat sambutan luar biasa dari pihak sekolah dan para orang tua murid. Kehadiran TNI di hari pertama sekolah dinilai memberikan rasa aman sekaligus motivasi luar biasa bagi anak-anak.
”Kehadiran Bapak Babinsa membuat MPLS tahun ini terasa sangat spesial. Anak-anak tidak hanya belajar disiplin, tapi mereka juga melihat langsung contoh nyata dari dedikasi dan keramahan seorang abdi negara. Ini adalah bekal mental yang luar biasa untuk memulai tahun ajaran baru,” ungkap salah satu Kepala Sekolah Menengah di Lamongan dengan mata berbinar bangga.
Dengan sinergi yang harmonis antara TNI, sekolah, dan masyarakat, Kodim 0812/Lamongan kembali membuktikan bahwa ketahanan bangsa yang sesungguhnya dibangun dari kedekatan hati dan pembinaan karakter sejak dini di bangku-bangku sekolah. (Lg)
