Persiapan TKA, Siswa SMA-SMK Tulungagung dan Trenggalek Ikuti Tryout Berbasis Online

CB, TULUNGAGUNG – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tulungagung-Trenggalek terus berupaya meningkatkan kesiapan dan kualitas peserta didik dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar tryout secara serentak bagi siswa SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek.

Dan, kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman sekaligus pemetaan awal terhadap kemampuan siswa sebelum mengikuti pelaksanaan TKA. Melalui tryout, siswa diharapkan semakin terbiasa dengan model soal dan sistem ujian yang digunakan dalam TKA.

Selain mengukur kemampuan akademik, hasil tryout juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan peserta didik untuk mengetahui materi yang masih perlu diperkuat. Dengan demikian, hasil evaluasi dapat dijadikan dasar perbaikan pembelajaran sebelum pelaksanaan TKA sesungguhnya.

Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tulungagung-Trenggalek, Mohammad Errik Maulana, yang mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Tulungagung Dian Pemilu Sari, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan seluruh lembaga pendidikan SMA dan SMK di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek.

Menurut Errik, tryout tidak sekadar menjadi simulasi ujian, tetapi juga bagian dari upaya mempersiapkan siswa secara akademik maupun mental dalam menghadapi TKA.

“Tryout ini menjadi salah satu bentuk perhatian Cabang Dinas Pendidikan dalam mendorong peningkatan capaian akademik siswa,” ujarnya.

Errik pun menjelaskan, hasil kegiatan nantinya akan menjadi bahan evaluasi bersama untuk melihat sejauh mana kesiapan peserta didik di masing-masing satuan pendidikan. Kerja sama antara cabang dinas, sekolah dan pihak terkait diharapkan mampu memberikan pengalaman tryout yang lebih terukur dan mendekati pola pelaksanaan TKA.

“Kalau dilihat dari rata-rata nilai TKA, sebenarnya cukup baik, tetapi belum memuaskan. Karena itu, kami memiliki target untuk meningkatkan nilai TKA nantinya,” jelasnya.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh lembaga pendidikan di wilayah Tulungagung dan Trenggalek. Koordinasi juga melibatkan unsur akademisi untuk memberikan dukungan dari sisi teknis, sistem, maupun metode peningkatan kemampuan siswa.

“Secara birokrasi mungkin bisa, tapi secara teknis peningkatan dan sistemnya serta metode meningkatkan itu kalau dari akademisi akan lebih baik lagi,” ungkap Errik.

Ia menambahkan, dalam koordinasi program tersebut pihaknya tidak hanya mengundang kepala sekolah, tetapi juga wakil kepala sekolah bidang kurikulum yang menangani akademik serta operator sekolah yang bertanggung jawab terhadap aspek teknis.

“Jadi tidak kepala sekolah saja yang kita undang,” katanya.

Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan membuat koordinasi di setiap satuan pendidikan berjalan lebih optimal. Dengan kerja sama yang terarah, peningkatan capaian TKA diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Untuk soal-soal itu dari teman-teman akademisi, dan kita hanya memberi fasilitas untuk koordinasi,” paparnya.

Disela kegiatan tersebut, EO Exzam dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Akhmad Alimudin dan Widi Sarinastiti, menjelaskan bahwa pengembangan platform tryout tersebut merupakan bagian dari inovasi pendidikan untuk mendukung kebutuhan evaluasi akademik.

Karena, menurutnya, setiap tahun terdapat dukungan hibah dari kementerian untuk pengembangan produk. Hal tersebut memungkinkan pengembangan sistem ujian dan tryout terus dilakukan agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan kebijakan pendidikan.

“Mungkin kalau dulu ada UNAS kemudian ditiadakan, dan mulai tahun lalu dinamakan TKA. Karena itu kami mengembangkan produk tryout berbasis online,” jelasnya.

Perubahan sistem evaluasi pendidikan, lanjutnya, membutuhkan perangkat pembelajaran dan latihan yang mampu menyesuaikan diri dengan pola ujian terbaru, baik dari sisi variasi soal, sistem pengerjaan maupun pengelolaan hasil evaluasi.

Dalam pelaksanaan tryout kali ini, seluruh siswa difasilitasi untuk mengerjakan soal melalui platform Exzam. Para peserta mendapatkan berbagai variasi soal dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung kurang lebih selama dua minggu.

Sistem tersebut memungkinkan siswa berlatih secara lebih fleksibel sekaligus memperoleh gambaran mengenai kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal dengan tingkat kesulitan dan karakteristik yang beragam.

Platform Exzam juga terus dikembangkan agar memiliki karakteristik yang selaras dengan kebutuhan pelaksanaan TKA. Kolaborasi antara Cabang Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, perguruan tinggi dan pengembang platform diharapkan semakin memperkuat persiapan siswa dalam menghadapi TKA.
(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *