CB, Yogyakarta – Kepala Unit Satwa Direktorat Sabhara Polda DIY, Ajun Komisaris Polisi Adi Purnomo mengatakan, kemampuan anjing pelacak tersebut adalah melacak bahan peledak dan narkotika dalam jarak sampai satu kilometer, “Tergantung arah anginnya,” ungkapnya.
Dua anjing yang dikerahkan di Stasiun Tugu memiliki kemampuan berbeda. Salah satu anjing khusus melacak bahan peledak dan satu lainnya mendeteksi narkoba. Sebab, satu anjing tidak bisa mendeteksi dalam banyak obyek, karena disesuaikan dengan pelatihan dari awal.
Pelatihan kedua anjing jenis Belgian atau ras Belanda itu membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Anjing pelacak bahan peledak dinamakan Flash dan anjing pelacak narkotika bernama Dino. Keduanya berusia sekitar 4-5 tahun dengan berat 45-50 kilogram per ekor.
Kedua ekor anjing pelacak itu bagian dari 13 ekor anjing yang dimiliki Polda DIY. Setiap anjing memiliki kemampuan berbeda dalam pelacakan melalui penciumannya, mulai dari melacak bahan peledak, narkotika, kriminal, pencari mayat jika terjadi bencana, serta kemampuan menghalau massa yang biasanya diajak saat terjadi demonstrasi.
“Khusus anjing yang disiagakan untuk melacak bahan peledak ia akan memberi tanda dengan menggonggong, sementara untuk narkotika ditandai dengan menggaruk-garuk,” papar AKP Adi, yang juga dokter hewan. (Febe)
