CB – Pemerintah Propinsi Jawa Tengah bersama Bulog terus melakukan berbagai upaya dalam menstabilkan harga beras dipasaran yang hingga kini masih terbilang cukup mahal, karena operasi pasar masih belum merata dibeberapa wilayah.
Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari, menuturkan bahwa Bulog sudah menyalurkan 20.200 ton beras ke 15 pasar tradisional penyumbang inflasi terbesar yang tersebar di 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.
Di Jawa Tengah sendiri stok beras dinilai aman karena sesuai target yang ditetapkan Bulog, yakni menyalurkan 50 ribu ton beras hingga Maret 2018. Namun, jika nanti dalam perkembangannya harga beras sudah relatif stabil maupun dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET), maka secara otomatis operasi pasar akan dihentikan.
Bulog Jateng juga melakukan operasi pasar ke sejumlah Kabupaten/Kota seperti Boyolali, Wonogiri dan Brebes serta beberapa daerah lainnya.
Sedangkan di Brebes sendiri operasi beras pasar dilaksanakan pada Selasa 23 Januari 2018 bertempat di Pasar Bulakamba Kecamatan Bulakamba yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jateng Drs. Heru Sudjatmoko dan Kasubdrive Pekalongan yang didampingi oleh Sekda Kabupaten Brebes Bapak Emastoni Ezam dan Muspika Kecamatan Bulakamba, serta dikawal langsung oleh Kapolres Brebes AKBP Sugiarto, Dandim 0713/Brebes melalui Danramil 07/Bulakamba Kapten Inf. Supardi beserta dengan para Babinsanya, Kepala Desa Bulakamba serta para tokoh pemuda Kecamatan Bulakamba.
Menurut Danramil 07/Bulakamba, “Pada Februari dan Maret mendatang, diperkirakan Brebes akan panen raya, dan diharapkan operasi beras di pasar tidak terjadi lagi karena stok beras akan melimpah dan Brebes diharapkan dapat membantu daerah lain. Kodim 0713/Brebes bersama dengan Polres Brebes dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), terus melakukan berbagai upaya agar beras stabil, saya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak menjual kembali beras yang dibeli dalam gelaran operasi pasar, ini adalah hal yang salah,” bebernya. (Ertin Primawati)
