CB, Pamekasan – Perkembangan informasi dan tehnologi yang begitu pesat, seakan menjadi perhatian bagi TNI-AD. Pasalnya, tak sedikit masyarakat, khususnya generasi muda yang sering kali menjadi korban perkembangan era perkembangan tersebut.
Terbukti, kecerobohan dan kurangnya ketelitian para pemuda dalam menggunakan media sosial, mesti berujung ke tindakan yang dinilai melanggar hukum.
Kapten Inf Sumarsono menjelaskan, minimnya pengawasan orang tua, seakan menjadi salah satu kendala penyebab terjadinya hal tersebut.
Bagaimana tidak, Satgas TMMD Kabupaten Pamekasan ini mengungkapkan, kecenderungan bermedia sosial, juga bisa berdampak buruk bagi anak-anak.
“Pengaruh media sosial itu, sangat besar. Itu juga berimbas pada pergaulan sehari-hari,” ujar Sumarsono melalui penyuluhan dampak media sosial terhadap para pelajar yang berlangsung di Madrasah Aliyah (MA) Mauidzul Amin Al-Islami, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Minggu, 21 Oktober 2018.
Selain itu, kata Sumarsono, kecendrungan tersebut, tak hanya berdampak pada psikologi anak saja. Namun, hal itu juga berdampak buruk bagi mental dan karakter anak-anak.
“Bisa kita jumpai, sekarang jarang sekali generasi muda (pelajar, red) yang bisa mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dan memahami arti dari Pancasila,” ujarnya.
Penyuluhan yang dibalut di dalam program TMMD non fisik itu, menurutnya, dinilai sangat penting untuk terus di sosialisikan di kalangan pemuda, terlebih para pelajar. “Jadi, bagaimana caranya kita bisa mewujudkan generasi muda yang berkarakter, sekaligus bisa meningkatkan rasa kecintaannya kepada negaranya (NKRI),” tegasnya.
Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Madrasah Aliyah Mauidzul Amin Al-Islami, sangat mengapresiasi gagasan yang disampaikan oleh Satgas TMMD di sekolahannya saat ini.
Bagaimana tidak, sosialiasi dan penyuluhan yang digelar di tempat ia mengajar tersebut, dinilai sangat penting untuk dilakukan dalam membentuk karakter pelajar yang berjiwa nasionalisme. “Pastinya, dari pihak sekolahan akan terus melakukan bimbingan kepada para pelajar tentang tata cara bermedia sosial yang baik dan benar,” jelas Bahri.(tar)
